Perfeksionisme sering dikaitkan dengan standar tinggi terhadap kebersihan atau hasil kerja. Namun, sifat ini bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan dan kerap tidak disadari.

Di satu sisi, perfeksionisme mendorong seseorang bekerja lebih teliti. Namun, jika berlebihan, sifat ini dapat memicu tekanan mental, rasa takut gagal, hingga kesulitan menikmati pencapaian.

>>> Hasil AVC U-18 2026: Indonesia Kalah dari Thailand

Ciri-ciri orang perfeksionis menurut ahli

Berikut sejumlah ciri orang perfeksionis yang perlu dikenali, melansir Psychology Today.

1. Berpikir serba hitam-putih.

Orang perfeksionis cenderung memandang segala sesuatu secara ekstrem. Hasil hanya terbagi menjadi sempurna atau gagal, benar atau salah.

2. Cenderung bereaksi berlebihan.

Satu kekeliruan kecil bisa membuat mereka merasa seluruh usaha sia-sia. Tak jarang mereka memilih menyerah karena hasil dianggap tidak sempurna.

3. Sulit mempercayai orang lain.

Mereka merasa tugas hanya bisa selesai baik jika dikerjakan sendiri. Akibatnya, enggan mendelegasikan dan ingin mengawasi setiap detail.

4. Memiliki standar yang sangat tinggi.

Target yang ditetapkan sering sulit dicapai, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ketika hasil tidak sesuai, kekecewaan mudah muncul.

5. Sulit menganggap pekerjaan sudah selesai.

Keinginan terus memperbaiki hasil membuat mereka sulit menentukan kapan sebuah proyek benar-benar rampung.

>>> Anggota Brimob dan TNI AL Diduga Selundupkan Narkotika di Bakauheni

6. Terlalu sering menggunakan kata 'harus'.

Banyak aturan tertanam dalam pikiran, seperti 'Saya harus melakukan ini'. Ketika kenyataan tidak sesuai, rasa kecewa pun timbul.

7. Kepercayaan diri bergantung pada pencapaian.

Setelah mencapai satu target, mereka langsung fokus pada target berikutnya tanpa menikmati keberhasilan.

8. Terus mengingat kesalahan.

Meski banyak hal berhasil, mereka lebih terpaku pada satu kesalahan kecil. Perhatian lebih tercurah pada kekurangan daripada pencapaian.

9. Menunda pekerjaan karena takut gagal.

Ketakutan menghasilkan sesuatu yang tidak sempurna membuat mereka ragu memulai. Tugas bahkan bisa dihindari sama sekali.

Perfeksionisme tidak selalu buruk

Dalam kadar sehat, perfeksionisme membantu seseorang menjadi lebih teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.

Namun, jika mulai menimbulkan stres atau menghambat produktivitas, penting belajar menerima bahwa tidak semua harus sempurna.

>>> Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, Kebakaran Hebat Terjadi

Hasil yang baik sering kali sudah cukup untuk mencapai tujuan. Menghargai proses dan kemajuan dapat menjaga keseimbangan antara ambisi dan kesehatan mental.