Wahana antariksa Jepang, Hayabusa2, melakukan flyby atau terbang lintas asteroid dekat Bumi, Torifune, pada Minggu (5/7).

Misi ini bertujuan menguji teknologi yang kelak dapat membantu melindungi Bumi dari tumbukan batuan antariksa.

>>> Link Live Streaming Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Badan Antariksa Jepang (JAXA) menyebut wahana seukuran kulkas itu direncanakan melintas sekitar 1 kilometer dari pusat asteroid pada kecepatan 5 kilometer per detik atau sekitar 18.000 kilometer per jam.

Wahana tidak dimaksudkan menabrak Torifune.

Ilmuwan ingin menilai apakah lintasan wahana bisa dikendalikan secara presisi seandainya suatu saat perlu membelokkan asteroid berbahaya menjauh dari Bumi.

Juru bicara JAXA memastikan manuver berlangsung dan wahana bekerja normal. "Pada pukul 18.35 (0935 GMT)...

Hayabusa2 melakukan flyby Torifune dan wahana bekerja normal," kata juru bicara JAXA yang menolak menyebutkan namanya, dikutip AFP.

Rekaman daring dari JAXA menunjukkan para ilmuwan bertepuk tangan di ruang kendali. "Saya gugup, merasa tegang sepanjang waktu...

Tapi saya sangat senang kami bisa menuntaskannya sampai akhir," ujar salah satu ilmuwan kepada siaran JAXA.

Bila dikonfirmasi wahana benar melintas pada jarak sedekat itu, misi ini akan menjadi salah satu flyby terdekat ke asteroid dekat Bumi yang pernah dilakukan, menurut AFP.

Yuya Mimasu dari JAXA menggambarkan tingkat kesulitannya secara ekstrem.

"Ini sesulit menembak koin satu yen di suatu tempat di area yang membentang dari Okinawa hingga Hokkaido," kata Mimasu sebelumnya, merujuk pulau paling selatan dan paling utara Jepang.

Kamera di Hayabusa2 juga merekam data permukaan asteroid, termasuk fitur geografis, tekstur, dan suhu. Informasi ini vital untuk misi pertahanan planet.