Gelombang panas ekstrem yang dipicu krisis iklim telah merenggut nyawa sedikitnya 24 orang di Amerika Serikat. Suhu memecahkan rekor di sebagian besar wilayah timur negara itu.

Kubah panas besar menyelimuti separuh timur AS, membuat jutaan warga terpapar kondisi gerah selama akhir pekan liburan.

>>> Event Arkeologi Minecraft di Perpustakaan, Jelajahi Reruntuhan 6 Juli

Lebih dari 20 negara bagian mencatat suhu di atas 100 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius).

Pada hari Minggu, lebih dari 140 juta orang berada dalam peringatan panas aktif.

Otoritas kesehatan masyarakat New Jersey melaporkan bahwa panas ekstrem berkontribusi pada kematian 22 orang di 10 county, terutama di wilayah tengah dan utara.

Banyak korban ditemukan di dalam rumah tanpa pendingin udara, di luar rumah, di jalan, atau di dalam kendaraan yang diparkir.

Kematian di New Jersey dimulai pada hari Kamis, dengan usia korban berkisar dari pertengahan 30-an hingga 80-an.

Meskipun temuan awal mengarah pada paparan cuaca, kepala pemeriksa medis negara bagian akan menentukan penyebab resmi untuk setiap kasus.

"Ini bukan gelombang panas musim panas biasa," kata departemen kesehatan masyarakat New Jersey dalam sebuah pernyataan.

"Panas jenis ini dapat dengan cepat mengancam jiwa manusia dan hewan dari segala usia."

Prakirawan dari National Weather Service (NWS) mengatakan bahwa massa udara dingin dari utara akan segera tiba untuk memoderasi suhu ekstrem di wilayah tersebut.

Gangguan cuaca ini bertepatan dengan persiapan final Piala Dunia FIFA, yang dijadwalkan berlangsung di East Rutherford pada 19 Juli.

>>> Minecraft Java vs Bedrock: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Kematian juga dilaporkan di negara bagian lain, termasuk Cook County, Illinois, di mana seorang korban dengan penyakit kardiovaskular organik meninggal karena stres panas.