Robot penjelajah mini bernama Palm-Sized Lunar Excursion Vehicle 2 (LEV-2) berhasil membantu ilmuwan mendeteksi kendala operasional wahana pendarat SLIM milik Jepang.

Wahana SLIM mengalami masalah saat mendarat di permukaan Bulan pada Januari 2024 lalu.

>>> Meta Perbaiki Gangguan Massal WhatsApp, Instagram, dan Facebook

Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) mengembangkan LEV-2 dan meluncurkannya dari wahana antariksa SLIM sesaat setelah mendarat.

Robot yang memiliki kemiripan bentuk dengan droid BB-8 dalam film Star Wars ini dirancang mampu bertransformasi dari bola mini seukuran telapak tangan menjadi kendaraan roda kecil.

Desain unik tersebut membuat LEV-2 dapat bergerak aktif melintasi medan Bulan untuk mengambil gambar lingkungan sekitar secara mandiri.

Kemampuan otonom ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi robot untuk melewati rintangan rumit tanpa perlu dikendalikan oleh manusia.

Laporan riset dalam jurnal Science Robotics memaparkan bahwa foto hasil jepretan robot ini berhasil menyingkap akar masalah SLIM.

Berdasarkan visual yang dikirimkan, para ilmuwan mengetahui bahwa posisi wahana pendarat utama tersebut ternyata terbalik di permukaan Bulan.

"Hasil penelitian menyoroti potensi platform semacam itu sebagai penjelajah independen yang mampu mengakses lingkungan di luar jangkauan wahana antariksa utama yang berukuran besar," tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Daichi Hirano dari JAXA.

LEV-2 tercatat beroperasi selama kurang lebih 100 menit di permukaan Bulan untuk mengumpulkan data penting.

Robot mini ini mengirimkan seluruh informasi digital melalui robot pendamping bernama LEV-1 sebelum akhirnya kehilangan kontak komunikasi.

>>> Gangguan Massal Meta Lumpuhkan Situs Pemantau Downdetector

Selama durasi operasional tersebut, LEV-2 menjelajahi area sekitar SLIM tanpa bantuan eksternal dan mendokumentasikan keadaan geografisnya.