Astronom Ungkap Penyebab Penampakan Bulan Berbeda di Setiap Wilayah
Penampakan Bulan yang berbeda di setiap wilayah Bumi ternyata bukan karena perubahan fisik, melainkan akibat sudut pandang geografis pengamat.
Para astronom mengungkapkan bahwa letak geografis seseorang secara langsung mengubah visualisasi Bulan di langit malam.
>>> Wesley Cedera Paha, Brasil Khawatir Hadapi Piala Dunia 2026
"How we see the Moon and stars all comes down to perspective," kata Pamela Gay, ilmuwan senior di Planetary Science Institute, dikutip dari Live Science.
Bulan sendiri tidak mengalami perubahan bentuk fisik di tempat yang berbeda. Namun, titik lokasi pengamat di permukaan Bumi memengaruhi cara pandang visualnya.
Perbedaan Orientasi di Berbagai Lintang
Contoh signifikan terlihat saat mengamati Bulan dari Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Pengamat di Kutub Utara melihat kawah Tycho di bagian bawah, sementara dari Stasiun Amundsen-Scott di Kutub Selatan kawah itu tampak di bagian atas.
Berdasarkan data Lunar and Planetary Institute, orientasi Bulan di Wellington, Selandia Baru, berbeda sekitar 97,1 derajat dibandingkan dengan Los Angeles.
Pergeseran ini terjadi akibat perbedaan lintang lokasi pengamat.
Pamela Gay menambahkan bahwa fenomena ini terjadi karena orientasi manusia terhadap objek antariksa bergeser seiring perpindahan posisi lintang Bumi.
Penduduk di belahan Bumi yang berbeda otomatis mengamati Bulan dari sudut pandang yang berbeda.
Pergeseran lintang dari kutub hingga kawasan ekuator memicu orientasi Bulan terlihat berubah-ubah. Semakin jauh jarak antar-pengamat, semakin kontras perbedaan sudut pandang yang dihasilkan.
>>> Cara Tepat Mengonsumsi Suplemen agar Penyerapan Nutrisi Optimal
Pemahaman mengenai visualisasi Bulan juga memerlukan pengetahuan tentang fasenya. Fase Bulan selama siklus lunar 29,5 hari menunjukkan penampakan berbeda antara belahan Bumi utara dan selatan.
Update Terbaru
Telkomsel Kantongi 100 MHz Spektrum untuk Percepat Jaringan 5G
Rabu / 22-07-2026, 20:50 WIB
Daftar Harga Sewa iPhone di Jogja Mulai Rp110 Ribu, Bikin Konten Estetik Seharian
Rabu / 22-07-2026, 20:50 WIB
Hands-on Samsung Galaxy Z Flip 8: Lebih Tipis, Lebih Ringan, dan One UI 9 Makin Matang
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
Hands-on Samsung Galaxy Watch 9: Lebih Ringan, Prosesor Lebih Cepat, dan Fitur Kesehatan Baru
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
Harry Styles Batalkan Konser di Brazil karena Sakit
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
5 Aplikasi Cek Kulit Gratis, Lengkap dengan Rekomendasi Produk Sesuai Jenis Kulit
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
5 Langkah Mudah Merawat Jam Tangan Stainless Steel agar Tetap Kinclong
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
Peran Guru Tak Lagi Sekadar Mengajar, Kini Ikut Bentuk Kebiasaan Finansial Siswa
Rabu / 22-07-2026, 20:49 WIB
BI Catat Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun pada Kuartal II 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Minyak Pirolisis, Dorong Ekonomi Sirkular
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Cara Bedakan Sandal Birkenstock Asli vs Palsu, Kenali Ciri Footbed Ikonisnya
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Argentina Setujui Reaktor Nuklir Swasta Senilai $1,2 Miliar, Perusahaan AS di Baliknya Mengejutkan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB







