Sandal Birkenstock telah menjadi bagian dari gaya sehari-hari para pencinta fashion. Namun, popularitasnya juga diikuti oleh maraknya produk tiruan.

Agar tidak salah beli, penting untuk mengenali ciri khas Birkenstock original.

>>> Argentina Setujui Reaktor Nuklir Swasta Senilai $1,2 Miliar, Perusahaan AS di Baliknya Mengejutkan

Salah satu yang paling mudah dikenali adalah desain footbed atau alas kaki anatomis yang menjadi identitas merek ini selama lebih dari satu abad.

Pada 1963, Karl Birkenstock memperkenalkan sandal Madrid, siluet pertama yang mengintegrasikan footbed langsung ke dalam desain sandal.

Footbed Birkenstock dirancang mengikuti kontur alami kaki, memberikan penopang pada lengkungan kaki, membantu keseimbangan tubuh, dan memberi ruang bagi jari-jari kaki untuk bergerak lebih natural.

Ciri-ciri Birkenstock Asli

Pertama, perhatikan bentuk footbed.

Birkenstock asli memiliki footbed dengan bentuk anatomis: bagian tumit lebih dalam (heel cup), penyangga lengkungan kaki (arch support), serta tonjolan di bagian depan yang mengikuti posisi jari kaki.

Pada produk palsu, bentuk footbed umumnya datar atau hanya menyerupai desain asli tanpa kontur jelas. Akibatnya, kenyamanan saat digunakan pun berbeda.

Kedua, material terasa kokoh dan berkualitas. Birkenstock menggunakan kombinasi material alami berupa gabus (cork), serat goni (jute), dan lateks pada footbed.

Material ini diproses di fasilitas produksi Birkenstock di Jerman, menghasilkan alas kaki yang kokoh namun tetap lentur dan nyaman dalam jangka panjang.

Sandal tiruan biasanya memakai material sintetis dengan kualitas lebih rendah, sehingga terasa ringan berlebihan, mudah retak, atau cepat berubah bentuk.

Ketiga, cek kualitas finishing. Birkenstock asli memiliki jahitan dan potongan material yang rapi.

>>> DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Captain Seat Rp500 Jutaan