Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Pertumbuhan pendapatan negara yang melampaui kenaikan belanja membuat defisit fiskal tetap terjaga.

>>> SKK Migas Optimistis Regulasi Lingkungan Baru Perkuat Operasi dan Investasi Hulu Migas

Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun.

Angka tersebut melonjak 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh penerimaan perpajakan yang kuat dan harga komoditas yang mendukung.

>>> Harta Rp31 Miliar, Ini Deret Kendaraan Kepala BGN Sudaryono

Belanja negara juga meningkat, namun tidak setinggi pertumbuhan pendapatan.

Dengan demikian, defisit APBN tetap terkendali dan berada dalam batas yang direncanakan.

Kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap ekonomi Indonesia pun semakin solid.

>>> Bos Blueray Ungkap Tersangka Baru Kasus Korupsi di Bea Cukai

Pemerintah optimistis APBN akan terus menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.