Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp196,5 triliun pada semester I 2026.

Defisit tersebut setara dengan 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

>>> Piala AFF 2026: Ambisi Indonesia Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesehatan fiskal tetap terjaga meskipun terjadi defisit.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

Belanja Negara Lebih Tinggi dari Pendapatan

Defisit terjadi karena belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, belanja pemerintah naik 17,8 persen secara tahunan menjadi Rp1.656 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.459,4 triliun atau meningkat 21,4 persen secara tahunan.

>>> Update Terbaru Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan: PGN Tak Temukan Gas

Dari total pendapatan, penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun.

Rinciannya, pajak menyumbang Rp1.035,7 triliun, sedangkan kepabeanan dan cukai sebesar Rp152 triliun.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp271 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp0,7 triliun.

Belanja negara sebesar Rp1.656 triliun didominasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp1.298,6 triliun.

>>> Woobin CRAVITY Jadi Pemeran Utama Pria di Musikal Komedi Romantis "Caffeine"

Belanja kementerian/lembaga sebesar Rp658,9 triliun, sedangkan belanja nonkementerian/lembaga Rp639,7 triliun.