Misteri Kematian Keponakan Hotman Paris, Rocky Martin Napitupulu, dan Bayang-Bayang Kasus Penggelapan Rp3,29 Miliar

Dunia hukum Indonesia kembali dikejutkan oleh berita duka yang balut misteri. Rocky Martin Napitupulu (RMN), seorang advokat muda yang juga merupakan keponakan dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu (18/7/2026) lalu.
 
Hingga Selasa (21/7/2026) hari ini, polisi masih terus mendalami motif di balik tragisnya akhir hayat pria yang karier hukumnya tengah menanjak tersebut. Awalnya, dugaan kuat mengarah pada aksi bunuh diri akibat depresi berat. Namun, semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin terang pula fakta mengejutkan yang terkuak: sebelum mengembuskan napas terakhir, Rocky ternyata sedang terjerat laporan polisi atas dugaan penggelapan fee lawyer (honor pengacara) senilai fantastis, yakni Rp3,29 miliar.
 
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada malam nahas di lantai 46 apartemen mewah di kawasan Segitiga Emas Jakarta itu?
 

Kronologi Kematian: Menyelinap ke Lantai 46

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, Rocky diketahui mendatangi sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Ironisnya, data manajemen gedung menunjukkan bahwa Rocky bukanlah penghuni aktif di unit lantai 46 tersebut. Ia tercatat telah pindah atau tidak lagi memiliki akses resmi sejak 10 Juni 2026.
 
Meski sempat dihadang dan dilarang masuk oleh petugas keamanan, rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) memperlihatkan Rocky berhasil menyelinap dan naik menggunakan lift menuju lantai 46.
 
"Korban bergerak seorang diri. Tidak ada tanda-tanda perlawanan atau kehadiran orang lain yang memaksanya. Korban kemudian terjatuh dari ketinggian dan ditemukan tewas di area balkon lantai dua Hotel The G yang berada di kompleks terpadu tersebut," ujar salah satu sumber kepolisian yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Senin (20/7/2026).
 
Hingga saat ini, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Dugaan sementara, tekanan psikologis yang luar biasa menjadi pemicu keputusasaan sang advokat muda.