Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat tingkat kepatuhan anak Indonesia dalam menonton film sesuai klasifikasi usia masih rendah.

Anggota LSF Gustav Aulia mengungkapkan, berdasarkan penelitian LSF pada 2023, hanya 46 persen anak yang menonton film dan konten media sesuai batas usia yang ditetapkan.

>>> Ruben Onsu Berpeluang Hadir di Sidang Mediasi Hak Asuh Anak

"Pendidikan literasi Indonesia terhadap menonton sesuai usia itu masih kurang," kata Gustav dalam sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) di Depok, Selasa (21/7).

Menurut Gustav, pelanggaran klasifikasi usia masih sering ditemukan di bioskop.

Salah satu penyebabnya adalah orang tua yang mengacuhkan batasan usia dan mengajak anak menonton film yang tidak sesuai.

Ia mencontohkan pengalaman saat pemantauan di Makassar, di mana film Detective Conan yang berklasifikasi 13+ ditonton oleh anak-anak di bawah usia tersebut.

"Ternyata pada masuknya setelah semuanya masuk, jadi sudah enggak ada yang jaga di pintu masuk," jelasnya.

>>> Ruben Onsu Disebut Utang Rp10 M ke Bank Demi Renovasi Rumah Sarwendah

Gustav mengatakan LSF tidak hanya melakukan penyensoran dan sosialisasi, tetapi juga pemantauan rutin di bioskop-bioskop setiap tahun.

Hasil pemantauan direkap dan disampaikan kepada pengelola bioskop melalui Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) untuk memperketat pengawasan.

"Kami meminta agar bioskop lebih bisa menjaga lingkungannya agar tidak membiarkan penonton yang tidak sesuai usia masuk," ujarnya.

Ia menekankan bahwa penerapan klasifikasi usia bukan hanya tanggung jawab LSF atau pengelola bioskop, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat, terutama orang tua.

Melalui GNBSM, LSF berupaya membangun kesadaran untuk menyaring tontonan sesuai usia, baik di bioskop maupun di rumah melalui layanan streaming.

>>> Tiket Tambahan The Odyssey IMAX Jakarta Langsung Ludes Diburu

"Implementasinya pendidikan, penerapan parental control, dialog terbuka, pemberian teladan, dan di keluarga perlu ada aturan yang dipatuhi semua anggota," pungkas Gustav.