Pengamat sepak bola Supriyono Prima menilai wacana penambahan kontestan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim membuka peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk menembus putaran final.

FIFA membuka peluang pesta bola edisi Spanyol, Portugal, dan Maroko itu kembali mengalami eskalasi partisipan.

>>> PBNU dan Kemenkes Perkuat Kerja Sama Sukseskan Program Kesehatan

Sebelumnya, pada Piala Dunia 2026, jumlah tim yang lolos ke Amerika Utara bertambah menjadi 48 dari semula 32.

Menurut Supriyono, perluasan peserta pada edisi seabad turnamen tersebut bakal berdampak langsung pada penambahan alokasi kuota untuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kondisi ini dinilai menguntungkan negara-negara yang selama ini kesulitan bersaing dengan kekuatan utama Asia, termasuk Indonesia.

Peluang Besar bagi Indonesia

"Ini gagasan ekspansi yang bagus karena edisi seabad.

Artinya, negara-negara tier 2 kayak Indonesia punya peluang dan kesempatan untuk bisa tampil lolos, setelah sejauh ini kita selalu tertinggal dengan tradisi Jepang, Korea, atau Iran," kata Supriyono, Rabu (22/7) siang.

"Kalau 64 berarti kuota untuk AFC pasti ada penambahan, mungkin bisa jadi 10 atau 12 wakil.

Tinggal bagaimana kesiapan timnas kita, mulai dari meningkatkan kualitas dan tempo kompetisi domestik hingga pembangunan youth development," tambahnya.

Lebih lanjut Supriyono menilai langkah Indonesia saat ini sebenarnya sudah mulai mengarah ke jalur tepat untuk menyongsong target 2030.

>>> DFSK Kantongi 1.100 Pre-Booking E5 Plus Jelang GIIAS 2026

Perekrutan pemain diaspora, para pemain berkarier di luar negeri, hingga penunjukan John Herdman awal tahun ini dianggap sebagai fondasi awal paling krusial.

Mantan pemain Timnas Indonesia jebolan PSSI Primavera itu juga menekankan bahwa bertambahnya slot kuota tidak boleh membuat federasi dan pemain cepat berpuas diri.