Ketiadaan penyerang murni nomor sembilan tidak boleh menjadi alasan atau beban bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Pelatih John Herdman dinilai bisa mengakali masalah tersebut dengan sistem dan taktik permainan.

>>> Menteri PU Bakal Temui Mensesneg Bahas Gaya Komunikasi

Pengamat sepak bola Supriyono Prima menekankan agar tim pelatih dan publik tidak terlalu meratapi ketiadaan striker murni.

Ia mencontohkan keberhasilan Spanyol yang mampu meraih juara Piala Dunia 2026 tanpa mengandalkan penyerang murni.

"Jangan terlalu lebay dengan, 'Oh kita enggak punya striker, kita enggak punya' Ya sudah, gimana caranya dengan metode kepelatihan yang sekarang itu maksimalkan yang ada," kata Supriyono, Rabu (22/7).

"Spanyol juara tanpa nomor sembilan kok. (Mikel) Oyarzabal bukan tipikal nomor sembilan murni, Ferran Torres juga bukan, tapi dia false nine.

Tapi ketika sistem dan game plan-nya bisa dijalankan dengan baik, toh aman-aman aja tuh," lanjutnya.

Mantan pemain Timnas era 90-an itu menambahkan, penyerang baru seperti Ole Romeny juga bukan berkarakter penyerang tengah murni.

>>> Enheduanna: Penulis Pertama dalam Sejarah yang Terlupakan

Namun, hal tersebut tetap bisa disiasati melalui skema permainan yang matang.

Supriyono menilai kedalaman materi pemain yang dimiliki Indonesia saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan taktik era John Herdman.

"Sekarang kan puzzle-nya kan sudah disiapin, setiap lininya kan sudah mendekati apa yang diinginkan oleh era kepelatihan sekarang.

Artinya kan sebenarnya kan masih bisa dimanipulasi, disiasati," ujarnya.

Ia menekankan agar tim pelatih dan federasi lebih fokus pada pematangan metode latihan serta eksekusi strategi di lapangan.

Saat ini Herdman baru kedatangan penyerang berpostur 197 cm, Mitchell Baker, yang baru selesai naturalisasi. Indonesia juga memiliki Jens Raven sebagai opsi di ujung tombak.

>>> Cara Terbaik Konsumsi Protein untuk Cegah Kehilangan Otot Setelah Usia 60

Selain itu, Indonesia punya penyerang cepat yang bukan striker murni seperti Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra Nugraha.