Enheduanna hidup sekitar tahun 2300 SM, menjadikannya penulis pertama yang dikenal namanya dalam sejarah manusia.

Karya-karyanya mendahului Homer lebih dari satu milenium, namun ia hampir tidak dikenal dalam pendidikan sastra modern.

>>> Cara Terbaik Konsumsi Protein untuk Cegah Kehilangan Otot Setelah Usia 60

Ia adalah putri Sargon dari Akkad, pendiri kekaisaran pertama di dunia.

Sargon mengangkatnya sebagai pendeta tinggi dewa bulan Nanna di kuil Ur, sebuah posisi dengan kekuasaan religius, politik, dan ekonomi yang besar.

Enheduanna bukanlah nama lahir, melainkan gelar Sumeria yang berarti 'pendeta tinggi, perhiasan surga'.

Penunjukan ini merupakan langkah strategis Sargon untuk memperkuat kekuasaan Akkad di kota Sumeria yang memiliki bahasa dan dewa berbeda.

Karya dan Warisan Sastra

Karya terkenalnya, 'The Exaltation of Inanna', memuji dewi cinta dan perang.

Puisi ini juga menggambarkan pengusirannya dari kuil saat pemberontakan politik dan kepulangannya, menjadikannya salah satu karya sastra paling personal dari zaman kuno.

Ia juga menulis 'Temple Hymns', kumpulan 42 karya yang didedikasikan untuk tempat suci di seluruh Sumer dan Akkad, menggambarkan geografi religius kekaisaran.

Karya ketiga, 'Inanna and Ebih', juga diatribusikan kepadanya berdasarkan gaya.

Tidak semua ahli Assyriologi setuju bahwa Enheduanna secara pribadi menulis setiap baris. Tablet yang ada disalin berabad-abad setelah kematiannya.

>>> Declutter Teknologi Besar-besaran: Berapa Banyak Sampah yang Sebenarnya Kita Beli?

Namun, bahkan para skeptis sepakat bahwa namanya menjadi landasan klaim kepenulisan individu pertama dalam sejarah.

Bukti Fisik dan Pengakuan Modern

Pada 1927, arkeolog Inggris Leonard Woolley menemukan piringan alabaster pecah di kompleks kuil Ur. Piringan berdiameter sekitar 10 inci itu memuat nama Enheduanna dan adegan upacara.