Argentina baru saja menyetujui proposal reaktor nuklir swasta senilai $1,2 miliar. Proyek ini diajukan oleh Meitner Energy, perusahaan yang didukung oleh Ansari Group asal Amerika Serikat.

Meitner Energy berencana membangun reaktor ACR-300 berkapasitas 300 megawatt di kompleks Atucha. Proyek ini diproyeksikan menciptakan sekitar 2.000 lapangan kerja langsung.

>>> DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Captain Seat Rp500 Jutaan

Detail Proyek ACR-300

ACR-300 merupakan reaktor modular kecil (SMR) generasi III+ berbasis teknologi Argentina. Jika terealisasi, ini akan menjadi unit komersial pertama dari desain tersebut.

Meitner Energy dimiliki oleh Ansari Group dari AS, sementara INVAP asal Argentina memegang 40 persen saham. Rencananya, perusahaan negara Nucleoeléctrica Argentina akan mengoperasikan dan memelihara reaktor tersebut.

Dengan biaya $1,2 miliar untuk 300 megawatt, biaya per kilowatt mencapai sekitar $4.000.

Angka ini terlihat kompetitif di atas kertas, namun biaya awal nuklir sering berubah setelah rekayasa detail dan biaya pembiayaan diperhitungkan.

Keuntungan Lokasi Atucha

Atucha bukanlah lahan kosong. Lokasi ini merupakan situs nuklir mapan dengan infrastruktur jaringan dan tenaga kerja lokal yang berpengalaman.

Argentina mengoperasikan tiga reaktor dengan kapasitas bersih 1.631 megawatt pada 2025. Penambahan 300 megawatt akan meningkatkan kapasitas nuklir sekitar 18 persen.

Reaktor baru ini masih memerlukan persetujuan teknis dan lingkungan sendiri.

Manfaat dan Tantangan Iklim

Tenaga nuklir menghasilkan listrik tanpa membakar bahan bakar fosil. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengklasifikasikannya sebagai sumber rendah karbon yang dapat beroperasi terus-menerus.

Namun, proyek ini harus mengatasi masalah penggunaan air, pasokan uranium, limbah radioaktif, dan perencanaan darurat. Manfaat iklim akan bergantung pada jenis pembangkit yang digantikan.