Tepi sandal terlihat presisi tanpa sisa lem yang berantakan.

Produk palsu sering kali memiliki finishing kurang halus, seperti lem yang meluber, tepi cork yang kasar, atau buckle yang tampak lebih tipis.

Keempat, perhatikan logo dan emboss. Logo Birkenstock pada sandal asli dicetak dengan rapi dan konsisten.

Emboss pada footbed terlihat jelas, termasuk informasi ukuran, negara asal, hingga kode tertentu. Jika tulisan buram, mudah pudar, atau posisi cetaknya tidak presisi, konsumen patut waspada.

Kelima, beli di toko resmi. Cara paling aman menghindari produk palsu adalah membeli melalui gerai resmi atau retailer resmi Birkenstock.

Hindari tergiur harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran karena bisa menjadi indikasi produk tidak autentik.

Footbed Jadi Identitas Birkenstock

Tahun ini, Birkenstock kembali menegaskan identitas footbed anatomis melalui kampanye 'Walk Naturally'.

Kampanye ini menyoroti pentingnya berjalan sesuai gerakan alami tubuh, sekaligus mengingatkan bahwa kenyamanan dimulai dari kaki yang mendapat dukungan tepat.

Untuk memperkenalkan teknologi tersebut kepada publik, Birkenstock menghadirkan pop-up bertajuk 'The Urban Sole: Footbed Ecosystem Experience' di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan.

Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai model Birkenstock, mengenal konstruksi footbed, hingga mengikuti aktivitas seperti yoga, pilates, workshop kreatif, dan personalisasi sandal.

>>> Meski Kalah di Final, Argentina Juara Trafik Internet Piala Dunia 2026

Dengan memahami karakteristik sandal Birkenstock original, konsumen tak hanya terhindar dari produk palsu, tetapi juga bisa mendapatkan pengalaman memakai alas kaki yang dirancang mengikuti anatomi alami kaki.