Merek-merek lokal Indonesia dinilai semakin mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan bisnis.

Inovasi produk, transformasi digital, serta kemampuan membangun kepercayaan konsumen menjadi faktor utama yang menjaga daya saing brand nasional.

>>> Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi

Temuan tersebut menjadi sorotan dalam ajang Indonesia Original Brand (IOB) Award 2026 dan Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026.

Acara ini diselenggarakan SWA Media Group bersama Business Digest dan Swanetwork di Jakarta, Selasa (22/7/2026).

Chairman SWA Media Group, Kemal E. Gani, mengatakan hasil survei menunjukkan merek lokal tidak lagi hanya mengandalkan faktor harga.

Mereka semakin mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen melalui inovasi dan relevansi produk.

“Indonesia Original Brand bukan sekadar penghargaan, tetapi juga cerminan bagaimana merek-merek lokal terus meningkatkan daya saingnya.

Merek yang mampu bertahan adalah yang relevan dengan kebutuhan konsumen, terus berinovasi, serta memiliki kepercayaan yang kuat di mata masyarakat,” ujar Kemal.

Indonesia Original Brand Award 2026 merupakan penyelenggaraan ke-15.

Penghargaan ini disusun berdasarkan survei terhadap 5.000 responden di enam kota besar, yakni Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Survei dilakukan pada Maret hingga April 2026 untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap merek asli Indonesia.

>>> Cara Bedakan Sandal Birkenstock Asli vs Palsu, Kenali Ciri Footbed Ikonisnya

Dalam diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian acara, sejumlah pelaku industri menilai inovasi berbasis teknologi menjadi strategi penting mempertahankan loyalitas pelanggan.

Digitalisasi dan Relevansi Jadi Fokus

Commercial & Partnership Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan kepercayaan pelanggan harus diperkuat melalui inovasi layanan, termasuk digitalisasi.