Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) terlama di daratan sepanjang abad ke-21 akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Peristiwa langka ini akan terlihat jelas di atas Ka'bah, Mekah.

Berdasarkan perhitungan astronomis, gerhana ini dapat disaksikan di sebagian besar kawasan Semenanjung Arab. Dampak totalitasnya akan berpusat di wilayah barat Arab Saudi, khususnya di Kota Mekah.

>>> Iran Luncurkan Gelombang Kelima Serangan Balasan ke AS, Rudal Hantam HIMARS Kuwait

Di kota suci ini, pancaran sinar Matahari diperkirakan akan tertutup sepenuhnya dengan durasi kurang lebih 5 menit pada siang menjelang sore hari.

Fenomena ini sesaat akan mengubah siang hari menjadi gelap gulita.

Melansir Arabia Weather, Mekah menjadi salah satu kota paling strategis untuk menyaksikan fenomena langka ini.

Ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, kegelapan total akan tercipta di tengah hari yang terik.

Ketika puncak gerhana, warga bahkan berkesempatan melihat gugusan bintang dan planet yang biasanya hanya tampak pada malam hari.

Selain di Mekah, fenomena yang dijuluki 'gerhana abad ini' tersebut akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, dan Mesir.

Kota-kota besar yang berada di jalur totalitas antara lain Cadiz dan Malaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Mekah dan Jeddah di Arab Saudi.

Syarat Gerhana Terlama

Kota Luxor di Mesir diprediksi jadi salah satu destinasi paling populer untuk menyaksikan gerhana ini.

Durasi totalitas maksimum selama 6 menit 23 detik akan terjadi sekitar 60 kilometer di tenggara kota tersebut.

Durasi itu jauh melampaui gerhana matahari total 2026 yang hanya berlangsung selama 2 menit 18 detik, maupun gerhana Amerika Utara pada April 2024 yang bertahan selama 4 menit 28 detik.