Sebuah tim astronom internasional mengumumkan penemuan 31 quasar yang ditenagai lubang hitam di alam semesta awal menggunakan Teleskop Luar Angkasa Euclid milik European Space Agency (ESA).

Studi yang dipublikasikan pada Senin lalu ini mencakup sepasang quasar paling kuno dan jauh yang pernah tercatat, yang sudah ada hanya 670 juta tahun setelah Big Bang.

>>> Conair Tarik 12.600 Panggangan Gas Cuisinart Akibat Kaca Pecah

Saat itu, alam semesta yang berusia 13,8 miliar tahun baru mencapai 5 persen dari usianya saat ini.

Quasar yang baru terdeteksi ini memancarkan cahaya setara dengan satu triliun matahari. Penemuan ini menggandakan jumlah quasar kuno yang diketahui sebelumnya.

Quasar terbentuk ketika lubang hitam supermasif—dengan massa jutaan atau miliaran kali massa Matahari—menghasilkan gesekan intens saat mengonsumsi materi di sekitarnya dalam piringan akresi.

Efisiensi Euclid dalam Berburu Quasar

Tim internasional mengorganisir temuan ini dengan menganalisis data dari Euclid Wide Survey, yang bertujuan mencakup sepertiga langit.

Observatorium berbasis antariksa ini diluncurkan pada 1 Juli 2023 dari Cape Canaveral menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

Euclid beroperasi dari posisi stabil sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi untuk menyelidiki misteri kosmik seperti materi gelap dan energi gelap.

"Quasar awal ini berasal dari masa awal alam semesta," kata ketua tim Daming Yang, mahasiswa PhD di Universitas Leiden, Belanda.

"Dengan menemukan dan mempelajarinya, kita dapat lebih memahami bagaimana sistem raksasa ini terbentuk dan tumbuh begitu cepat—salah satu misteri terbesar dalam astrofisika."

Yang mencatat bahwa teleskop berbasis darat sebelumnya membutuhkan hampir satu dekade untuk menemukan sepuluh quasar pada jarak kosmik sejauh itu.