Gerhana Matahari Total (GMT) terlama di daratan yang mudah dijangkau sepanjang abad ke-21 akan terjadi pada 2 Agustus 2027.

Fenomena ini menjanjikan pemandangan langit yang tak tertandingi selama lebih dari enam menit.

>>> Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di TC Spanyol: Evan Absen

Fenomena yang dijuluki "gerhana abad ini" itu akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, Arab Saudi, dan Mesir.

Kota-kota besar di jalur totalitas antara lain Cádiz dan Málaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Jeddah dan Mekkah di Arab Saudi.

Luxor di Mesir diprediksi menjadi salah satu destinasi paling populer untuk menyaksikan gerhana ini.

Durasi totalitas maksimum selama 6 menit 23 detik akan terjadi sekitar 60 kilometer di tenggara kota tersebut.

Durasi itu jauh melampaui gerhana matahari total 2026 yang hanya berlangsung 2 menit 18 detik, maupun gerhana Amerika Utara pada April 2024 yang bertahan 4 menit 28 detik.

Secara teori, gerhana matahari total terpanjang yang mungkin terjadi adalah sekitar tujuh setengah menit.

Syaratnya, Matahari harus berada di titik apogee, Bulan di titik perigee, dan jalur totalitas melintasi ekuator.

Kombinasi ini sangat jarang terjadi bersamaan, tetapi gerhana 2027 mendekati kondisi ideal tersebut.

>>> Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Ditargetkan Beroperasi 14 Juli

"Sejauh ini, Bumi adalah satu-satunya planet yang kita ketahui mengalami jenis gerhana matahari seperti ini," kata Kelly Korreck, ilmuwan program gerhana di Markas Besar NASA, dikutip dari Euronews, Kamis (2/7).

"Ada bulan-bulan lain yang melintas di depan Matahari, namun memiliki Bulan dengan ukuran dan jarak yang sempurna untuk menyaksikan ini sungguh istimewa," tambahnya.