Para astronom mungkin telah menemukan dua lubang hitam dengan massa total 60 miliar kali massa Matahari.

Kedua objek tersebut berada di galaksi Abell 402-BCG yang berjarak sekitar 4,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.

>>> 5 Zodiak Paling Beruntung pada 3 Juli 2026, Rezeki Datang hingga Peluang Karier Terbuka

Pada 2018, para peneliti pertama kali melihat fitur tidak biasa di pusat galaksi itu: wilayah gelap tanpa bintang selebar 3.200 tahun cahaya.

Awalnya, mereka mengira itu adalah awan debu kosmik yang menghalangi cahaya bintang di belakangnya.

Pengamatan terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb dan Very Large Telescope di European Southern Observatory membantah dugaan awal.

Astronom MIT Michael McDonald dan timnya mengonfirmasi bahwa wilayah kosong itu tidak mengandung bintang sama sekali.

Tim menerbitkan temuan mereka pada 23 April 2026 di The Astrophysical Journal Letters. Alih-alih awan debu, mereka menemukan bukti dua lubang hitam raksasa yang saling mendekat secara spiral.

Gravitasi luar biasa dari kedua objek ini telah membersihkan semua bintang dari wilayah pusat galaksi.

Tabrakan Galaksi Memicu Tabrakan Lubang Hitam

Proses ini dipicu oleh penggabungan galaksi. Ketika dua galaksi bertabrakan, gravitasi timbal balik menarik lubang hitam pusat mereka saling mendekat.

Saat jarak semakin dekat, lubang hitam secara gravitasi melemparkan bintang-bintang di sekitarnya ke luar.

>>> Pakar Peringatkan Bahaya Tren Sunscreen di Media Sosial

Aksi ini menciptakan celah tanpa bintang seperti yang diamati di Abell 402-BCG.

Tim McDonald menyimpulkan bahwa Abell 402-BCG pernah bertabrakan dengan galaksi lain dan kini menjadi lokasi sisa-sisa tabrakan tersebut.

Para peneliti memperkirakan pasangan lubang hitam ini telah mengorbit pusat gravitasi bersama selama beberapa puluh juta tahun. Ini adalah rentang waktu yang singkat menurut standar astronomi.

Kedua lubang hitam pada akhirnya akan bertabrakan membentuk satu objek dengan skala yang memecahkan rekor.

Para astronom hanya beberapa kali menemukan lubang hitam tunggal dengan massa melebihi 60 miliar massa matahari sepanjang sejarah.

Penggabungan aktif ini memberi peneliti kesempatan langka untuk mempelajari sistem biner sebesar ini.

Para ilmuwan akan menggunakan data untuk menghitung seberapa sering tabrakan galaksi skala besar terjadi di alam semesta.

>>> 5 Sheet Mask PDRN untuk Kulit Kencang dan Bebas Keriput

Observasi baru juga akan menunjukkan kepada para ahli teori bagaimana peristiwa ini mengubah evolusi struktural galaksi di sekitarnya.