Fenomena langit paling langka abad ke-21, Gerhana Matahari Total (GMT), diprediksi terjadi pada 2 Agustus 2027.

Peristiwa ini diperkirakan menjadi pusat perhatian ilmuwan dan pemburu gerhana dari berbagai negara.

>>> Raih Proper Emas, MSP Dorong Transformasi Tambang Berkelanjutan

Berdasarkan data National Solar Observatory, gerhana tersebut mencapai durasi maksimum sekitar 6 menit 22 hingga 23 detik di lokasi pengamatan terbaik.

Durasi ini menjadikannya gerhana matahari total terlama yang dapat diamati dari daratan hingga tahun 2114.

Karakteristik gerhana dengan durasi sepanjang itu diperkirakan baru akan kembali terulang sekitar 156 tahun mendatang.

Karena itu, fenomena ini dinilai sebagai kesempatan langka untuk penelitian astronomi sekaligus menarik minat wisatawan.

Lokasi Terbaik dan Lintasan Gerhana

Wilayah Luxor di Mesir diprediksi menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana karena berada di jalur dengan durasi totalitas paling lama.

Selain Mesir, bayangan Bulan juga akan melintasi Eropa Selatan, Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Afrika Timur.

Di Eropa, jalur gerhana total diperkirakan melewati Spanyol bagian selatan, termasuk Cádiz dan Málaga, serta Gibraltar. Sementara di Afrika Utara, lintasan meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, hingga Mesir.

Fenomena ini juga akan terlihat di sejumlah wilayah Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Yaman, sebelum melintasi Somalia di Afrika Timur.

Spanyol menjadi salah satu negara yang diuntungkan karena akan mengalami dua gerhana matahari total dalam waktu berdekatan.

Sebelum gerhana 2 Agustus 2027, wilayah utara Spanyol lebih dulu dilintasi Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 dengan durasi sekitar 2 menit 18 detik.

>>> Ketentuan Sertifikat Pejabat Perbendaharaan: PPK, PPSPM, dan Bendahara