Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 16 besar setelah takluk 0-1 dari Spanyol.

Ironisnya, laga tersebut justru menjadi salah satu penampilan terbaik Selecao das Quinas sepanjang turnamen.

>>> Donovan Mitchell Teken Perpanjangan Kontrak Rp4,3 Triliun dengan Cavaliers

Sayang, penampilan apik tim asuhan Roberto Martinez itu tidak diiringi kontribusi maksimal dari Cristiano Ronaldo.

Laga kontra Spanyol menjadi pertandingan dengan sentuhan bola paling minim bagi sang kapten, hanya 19 kali sepanjang 90 menit.

Dari 19 sentuhan itu, hanya tiga kali Ronaldo menyentuh bola di kotak penalti Spanyol. Meski demikian, bomber Al Nassr tetap memiliki dua peluang yang berpotensi menjadi gol.

Peluang pertama datang di menit ke-12.

Berawal dari umpan Bruno Fernandes, Ronaldo menyisir sisi kanan dan berhadapan satu lawan satu dengan Aymeric Laporte, sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang masih mampu dihalau Unai Simon.

Dalam situasi itu, sebenarnya ada dua opsi yang bisa diambil Ronaldo: membuat gerakan tipuan untuk mengelabui Laporte, atau melepas sepakan keras nan mendatar agar peluang gol membesar.

Namun keduanya sulit dieksekusi karena kelincahan mengecoh bek lawan sudah tak seperti dulu, dan arah tembakannya cenderung mudah dibaca kiper.

Peluang kedua muncul di menit ke-37, hasil umpan lambung Pedro Neto yang disundul Joao Felix ke arah Ronaldo.

Sayangnya Ronaldo menyambut bola dalam posisi tak siap, membelakangi gawang, dan ditempel Pau Cubarsi. Andai lebih sadar akan ruang, posisi Ronaldo semestinya bisa lebih diuntungkan.

Di luar soal peluang, faktor usia turut berperan.

Di umur 41 tahun, Ronaldo bukan lagi pemain sayap lincah gemar menggiring bola dari sisi ke sisi seperti masa mudanya.