Spanyol baru menemukan celah di paruh kedua. Tim Matador menciptakan gol dari tendangan bebas cepat usai pelanggaran Portugal di tengah lapangan.

Mikel Merino menuntaskan kombinasi apik usai Spanyol berhasil menempatkan dua pemain di antara lini pertahanan Portugal yang sesaat kehilangan kedisiplinan.

Jika ditarik ke keseluruhan turnamen, Portugal menjalani lima laga di Piala Dunia 2026, tiga di fase grup dan dua di fase gugur.

Mereka tergabung di Grup K bersama Kolombia, RD Kongo, dan Uzbekistan.

Laga perdana kontra RD Kongo berakhir imbang 1-1. Portugal sempat mendominasi penuh di awal laga, namun tumpul saat memasuki area sepertiga akhir lawan.

Kondisi sempat membaik di laga kedua kontra Uzbekistan, di mana Ronaldo mencetak brace seiring evolusi perannya sebagai poacher.

Performa Portugal kembali anjlok di laga ketiga kontra Kolombia yang berakhir 0-0.

Bruno dan Vitinha kerap turun terlalu dalam sehingga saat membangun serangan, minim penetrasi vertikal ke arah Ronaldo.

Sementara itu, sisi kiri lewat Nuno Mendes berulang kali dihajar situasi dua lawan satu akibat Joao Felix lemah dalam transisi bertahan.

Kemudian saat jumpa Kroasia, ada faktor keberuntungan memihak saat menang dengan skor tipis 2-1.

Dua gol Portugal tercipta lewat gol penalti Ronaldo dan tandukan brilian Goncalo Ramos di antara tiga bek lawan.

Keberuntungan yang dimaksud ialah saat gol balasan Kroasia dianulir wasit karena offside.

Di titik inilah kritik mengarah ke Roberto Martinez. Ia jarang mengubah komposisi serang meski punya opsi lain.

Padahal, pilihan tersedia dengan menaruh Joao Felix sebagai striker, memainkan Rafael Leao dari sisi kiri sejak awal, atau langsung menurunkan Goncalo Ramos sebagai starter, alih-alih memaksakan Ronaldo bermain penuh 90 menit di setiap laga.

Martinez, yang sebelumnya menukangi generasi emas Belgia, kembali gagal memaksimalkan skuad penuh talenta.

Sepanjang lima laga di 2026, ia tak sekali pun mencoba Ramos yang merupakan pemain dengan posisi striker murni sebagai opsi utama.

Hasilnya, Portugal kembali gagal juara.

>>> Sekjen Kementerian PU: Biaya Istri-Anak Menteri ke AS Pakai Dana Pribadi

Ronaldo yang membela negaranya sejak 2006 belum pernah mengantar Selecao das Quinas mencicipi final Piala Dunia dengan rincian: semifinal pada 2006, babak 16 besar 2010, gagal lolos grup 2014, tersingkir 16 besar 2018, kalah di perempat final 2022, dan kembali kandas di 16 besar pada 2026.