Sebuah planet yang baru ditemukan hanya berjarak 25 tahun cahaya dari Bumi ternyata lebih mirip dengan planet kita daripada perkiraan sebelumnya.

Planet yang diberi nama GJ 3378b ini mengorbit di dalam zona layak huni bintang katai merah, yaitu bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari.

>>> Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang AI Hardware

Di zona tersebut, suhu memungkinkan air cair berada di permukaan planet.

Awalnya, para astronom menduga planet ini adalah dunia berbatu dengan massa setidaknya lima kali lebih besar dari Bumi, yang disebut 'super-Bumi'.

Dengan gravitasi permukaan yang sangat besar, planet seberat itu diperkirakan memiliki atmosfer yang menghancurkan dan tidak mungkin mendukung kehidupan.

Namun, penelitian baru dari University of California, Irvine yang diterbitkan di The Astrophysical Journal menunjukkan bahwa massa planet ini hanya dua kali massa Bumi.

Kombinasi massa yang lebih kecil dan jaraknya yang dekat menjadikannya salah satu kandidat terdekat yang berpotensi mendukung kehidupan.

"Yang ini menarik," kata penulis utama Paul Robertson, profesor astronomi di UC Irvine. "Ini adalah salah satu tetangga kosmik terdekat kita."

Robertson menambahkan bahwa 25 tahun cahaya terdengar jauh, tetapi Bima Sakti memiliki lebar sekitar 100.000 tahun cahaya, sehingga planet ini bisa dianggap tetangga sebelah.

>>> Anthropic Perpanjang Akses Gratis Claude Fable 5 hingga 12 Juli

Masih banyak pekerjaan detektif yang harus dilakukan untuk mengetahui seberapa ramah GJ 3378b terhadap kehidupan.

Pertanyaan terbesar adalah atmosfernya: apakah planet ini memiliki atmosfer yang cukup kuat untuk melindungi dari radiasi bintangnya?

Robertson menjelaskan bahwa jika Bumi diperkecil seukuran apel, atmosfernya akan setebal kulit apel. Jumlah yang tepat untuk mendukung air cair dan udara yang dapat dihirup.

Ada juga perdebatan sengit di kalangan astronom tentang apakah sistem bintang katai merah layak huni.

Bintang-bintang ini diyakini sangat tidak stabil, sering melepaskan semburan matahari yang kuat.

Karena zona layak huni mereka lebih kecil, planet-planet berada lebih dekat ke semburan tersebut, yang dapat mengupas atmosfer dan memsterilkan kehidupan.

>>> Samsung Galaxy Z Fold 7: Ponsel Lipat Terbaru yang Bisa Gantikan Tablet

Selain itu, planet-planet yang sangat dekat dengan bintangnya cenderung terkunci secara gravitasi, sehingga satu sisi selalu menghadap bintang.