FCC Setujui Satelit Pemantul Cahaya Reflect Orbital, Astronom Protes

Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat secara resmi mengizinkan peluncuran satelit Eärendil-1 milik Reflect Orbital pada Kamis, 9 Juli 2026.
Izin ini diberikan meskipun mendapat tentangan keras dari komunitas ilmiah.
>>> Demokrat Maine Buru-buru Cari Pengganti Platner Setelah Mundur
Satelit seberat 142 kilogram itu akan membawa reflektor film tipis sepanjang 18 meter di orbit rendah Bumi pada ketinggian 600 hingga 650 kilometer.
Uji coba dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Reflect Orbital berencana mengarahkan sinar matahari ke lokasi tertentu di Bumi, seperti zona konstruksi, operasi pencarian dan penyelamatan, serta ladang surya, selama beberapa menit setiap kali.
Langkah awal pengujian teknologi
Izin ini menandai dimulainya pengujian resmi bagi perusahaan rintisan asal California tersebut. Reflect Orbital sebelumnya mengusulkan konstelasi ribuan satelit pemantul cahaya.
“Kami berterima kasih kepada FCC karena mengakui pentingnya menguji teknologi baru di luar angkasa,” kata CEO Reflect Orbital, Ben Nowack.
Ia menambahkan bahwa lisensi ini merupakan langkah awal untuk memvalidasi model operasional dan protokol keselamatan mereka.
Proyek ini mendapat perlawanan sengit dari peneliti dan pegiat lingkungan.
Mereka memperingatkan dampak tak terduga dari pencahayaan buatan di malam hari terhadap siklus alami flora dan fauna global.
Para astronom juga khawatir permukaan reflektif akan membutakan instrumen teleskop dan mengganggu pengamatan langit malam.
“Bayangkan langit penuh dengan bulan,” kata Tony Tyson, profesor riset di University of California, Davis, dan ilmuwan utama Observatorium Vera C.
Rubin.
Dalam pertemuan National Academies pada 4 Juni, Tyson menyebut proposal satelit ini jauh lebih mengganggu dibandingkan konstelasi satelit broadband yang ada.
>>> Argentina ke Semifinal Piala Dunia Usai Kalahkan Swiss Lewat Perpanjangan Waktu
Update Terbaru
Dodgers Aktifkan Landon Knack, Tunjuk Charlie Barnes untuk Ditugaskan
Minggu / 12-07-2026, 20:37 WIB
India Women Unggul 365 Run di Lord's, Heather Knight Umumkan Pensiun
Minggu / 12-07-2026, 20:37 WIB
Gelandang Timnas Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal di Usia 25
Minggu / 12-07-2026, 20:36 WIB
Pertarungan Ideologi di Primer Senat Michigan: El-Sayed vs Stevens
Minggu / 12-07-2026, 20:36 WIB
Bison Serang dan Lukai Turis di Taman Nasional Yellowstone
Minggu / 12-07-2026, 20:36 WIB
Wanita Paruh Baya Tantang Stereotip 'Tidak Terlihat' di Masyarakat
Minggu / 12-07-2026, 20:36 WIB
Kelela Padukan Shoegaze dan Dance di Album Baru 'New Avatar'
Minggu / 12-07-2026, 20:35 WIB
AI Agent Diprediksi Jadi Profesi Bernilai Triliunan, Begini Cara Kerjanya
Minggu / 12-07-2026, 20:28 WIB
Bisnis Gudang Masih Moncer, Jababeka Bizpark Sold 270 Unit di 2026
Minggu / 12-07-2026, 20:28 WIB
Penembakan Massal di Festival Kanada Tewaskan Dua Orang, Empat Luka
Minggu / 12-07-2026, 20:28 WIB
Rekaman 911 Mencekam saat Suami Temukan Istri Tewas Dibunuh di New Jersey
Minggu / 12-07-2026, 20:28 WIB
Rekaman 911 Ungkap Lindsey Graham Alami Nyeri Dada Sebelum Meninggal
Minggu / 12-07-2026, 20:28 WIB
Kejanggalan Dakwaan dr. Tifa: Nama Roy Suryo Tercantum, Kronologi Laporan Jokowi Hilang
Minggu / 12-07-2026, 20:27 WIB
Kuasa Hukum Roy Suryo Ungkap Perpecahan di Balik Perjuangan Hadirkan Jokowi ke Sidang
Minggu / 12-07-2026, 20:26 WIB







