Argentina berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss melalui babak perpanjangan waktu.

Pelatih kepala Lionel Scaloni, yang telah menangani tim selama hampir delapan tahun, kembali mendapat sorotan terkait warisan yang ia tinggalkan.

>>> Kontroversi Gol Bellingham Picu Perdebatan soal Keadilan Pertandingan

Scaloni telah mengakhiri puasa gelar panjang Argentina dengan membawa pulang Piala Dunia ketiga serta dua gelar Copa América.

Usai pertandingan perempat final, Scaloni memberikan respons emosional yang merujuk pada video viral seorang penggemar muda Argentina yang mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya.

"Staf pelatih dan para pemain, kami bermain sepak bola untuk melihat hal-hal seperti ini," ujar Scaloni. "Hal-hal yang datang dari hati."

"Jika tim ini memiliki warisan, itulah yang kami inginkan.

>>> Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal di Usia 81

Agar besok, anak-anak seperti itu berpikir bahwa mereka bisa berada di sini bermain untuk tim nasional di masa depan," tambahnya.

Meski tampil mengesankan, perjalanan Argentina menuju semifinal tidak tanpa tekanan. Mereka kerap mengandalkan bintang Lionel Messi di momen-momen krusial.

Dalam laga melawan Swiss, Argentina sempat unggul namun harus menghadapi babak kedua yang menegangkan setelah Swiss berhasil menyamakan kedudukan.

Setelah kartu merah kontroversial untuk Swiss, Argentina kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Messi pun melewatkan beberapa peluang emas.

>>> Investasi Pusat Data AI di AS Lampaui Belanja Transportasi, Negara Bagian Mulai Pajaki Listrik

Gol spektakuler Julian Álvarez di waktu perpanjangan akhirnya membuat Argentina bisa bernapas lega, disusul gol telat Lautaro Martínez yang memastikan kemenangan.