Kapal perang Inggris HMS Medway melintasi perairan yurisdiksi Argentina tanpa pemberitahuan diplomatik resmi pada akhir pekan lalu.

Kapal patroli samudra itu berangkat dari Kepulauan Malvinas pada Sabtu, 4 Juli 2026, menuju Punta Arenas, Chili, untuk tugas logistik musiman.

>>> Jannik Sinner Hentikan Langkah Novak Djokovic di Semifinal Wimbledon

HMS Medway memasuki Selat Magellan pada Minggu, 5 Juli 2026, memicu reaksi keras dari pejabat setempat.

Pemerintah nasional Argentina dan Kementerian Luar Negeri memilih bungkam secara publik.

Protes Pejabat Lokal

Otoritas provinsi di Argentina selatan mengecam langkah tersebut sebagai pernyataan geopolitik yang disengaja dari London.

Andrés Dachary, Sekretaris Malvinas, Antartika, Kepulauan Atlantik Selatan, dan Urusan Internasional Tierra del Fuego, menyebutnya sebagai "provokasi terang-terangan" dalam wawancara dengan Radio Rivadavia.

>>> Empat Negara Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Dachary memperingatkan bahwa banyak aktor internasional saat ini mencari pengaruh di kawasan tersebut, menghubungkan pergerakan kapal dengan manuver strategis yang lebih luas di Atlantik Selatan dan Antartika.

"Konflik Malvinas telah melampaui sengketa bilateral historis menjadi poros dalam papan geopolitik yang jauh lebih besar," ujar Dachary.

Pemberitahuan Informal

Sumber Inggris menyatakan bahwa atase militer Inggris telah memberi tahu Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Kepala Staf Gabungan Argentina secara informal melalui WhatsApp saat kapal masih berada di perairan yang dikuasai Inggris.

Setelah transit, HMS Medway merapat di dermaga Arturo Prat di Punta Arenas pada Jumat, 10 Juli 2026.

>>> Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia, Kongres Berduka

Perwakilan Angkatan Laut Chili dan delegasi pertahanan Inggris yang dipimpin Kuasa Usaha Nick Kennedy mengadakan pertemuan bilateral di atas kapal perang tersebut.