Kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Graham Platner, mengumumkan penghentian kampanyenya pada Rabu (waktu setempat) setelah seorang wanita melontarkan tuduhan pemerkosaan terhadapnya.

Langkah ini memicu penarikan dukungan secara mendadak dari sejumlah tokoh politik progresif nasional, sekaligus menimbulkan krisis politik dalam gerakan populis Partai Demokrat.

>>> FCC Setujui Satelit Pemantul Cahaya Reflect Orbital, Astronom Protes

Platner membantah tuduhan pemerkosaan tersebut. Sebelumnya, ia telah menghadapi tuduhan lain terkait perilaku merendahkan dan mengancam.

Dukungan Progresif Runtuh

Sebelum tuduhan terbaru muncul, para pemimpin progresif aktif berkampanye untuk Platner. Anggota DPR dari California, Ro Khanna, pernah mengunggah video media sosial bersama Platner.

Senator Vermont Bernie Sanders juga secara terbuka membela perkembangan karakter Platner meskipun memiliki masa lalu yang bermasalah. "Tidak ada orang suci di Senat Amerika Serikat," ujar Sanders.

>>> Demokrat Maine Buru-buru Cari Pengganti Platner Setelah Mundur

Keruntuhan kampanye ini meningkatkan sorotan terhadap gerakan politik yang dipimpin Sanders. Pertanyaan muncul mengenai apakah strategi populisnya mengabaikan kesalahan perilaku laki-laki.

Partai sebelumnya mengangkat figur yang tidak berpengalaman seperti Platner, mantan petani tiram dari kota kecil, untuk menarik pemilih biasa.

Pendiri Moms Demand Action, Shannon Watts, menyatakan keberatannya bukan pada kebijakan Platner, melainkan pada karakternya yang bombastis, polarisasi, dan merendahkan perempuan.

>>> Argentina ke Semifinal Piala Dunia Usai Kalahkan Swiss Lewat Perpanjangan Waktu

Situasi ini mempersulit upaya Sanders yang selama setahun terakhir mendukung pendatang baru progresif dalam pemilihan paruh waktu yang kompetitif.