Kandidat Partai Demokrat untuk Senat di Maine, Graham Platner, mengumumkan penghentian kampanyenya pada Rabu (14/8) setelah menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari mantan pasangannya.

Platner membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan "kemapanan politik" atas runtuhnya pencalonannya, seperti dilaporkan The Guardian.

>>> Rekomendasi HP Infinix 2 Jutaan yang Enak untuk Gaming

Tuduhan pelecehan seksual ini menjadi skandal terbaru yang menerpa kampanye Platner selama setahun terakhir.

Sebelumnya, petani tiram dan veteran tempur ini mendapat sorotan tajam setelah ditemukan tato yang menyerupai Totenkopf, simbol Nazi yang dikenal luas.

Platner juga memiliki jejak panjang unggahan rasis, misoginis, dan homofobik di Reddit.

Selain itu, tiga mantan pasangan menuduhnya melakukan perilaku beracun dan intimidasi fisik dalam laporan New York Times yang terbit pada Juni lalu.

>>> Cara Klaim Marketplace Pass Gratis di Minecraft Java Bedrock Edition

Tuduhan tersebut dibantahnya.

Penghentian mendadak ini memaksa Partai Demokrat mengevaluasi kembali peluangnya yang semakin tipis untuk merebut kursi Senat pada November mendatang.

Jurnalis politik Lauren Gambino dan Shrai Popat bergabung dengan pembawa acara Kai Wright dan Carter Sherman dalam program Stateside with Kai and Carter untuk menganalisis situasi ini.

Diskusi berfokus pada alasan pemilih awalnya berbondong-bondong mendukung Platner dan tetap ragu meninggalkannya meskipun kontroversi terus bermunculan.

>>> Cara Menggunakan Gemini AI untuk Produksi 7 Konten Kreatif Efektif di 2026

Para analis juga mengkaji apa yang diungkapkan krisis politik ini tentang siapa yang mendapat hak istimewa untuk direhabilitasi secara politik.