Gelandang Kolombia, Jaminton Campaz, menjadi sasaran ancaman pembunuhan setelah timnya kalah dari Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di Vancouver, Kanada, berakhir imbang 0-0 sebelum Kolombia takluk 3-4 dalam adu penalti. Campaz disorot karena gagal memanfaatkan peluang emas.

>>> Mikel Merino Bawa Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026, Hadapi Prancis

Melalui media sosial, Campaz meminta publik menahan emosi dan menyampaikan permintaan maaf. "Sepak bola juga tentang momen sulit.

Tidak ada gairah yang membenarkan kebencian," tulisnya.

Ia juga mengaku telah memberikan segalanya untuk negara. "Saya sangat menyesal tidak bisa memberi kebahagiaan yang diharapkan," lanjut pemain Rosario Central itu.

>>> Spanyol Kalahkan Belgia 2-1, Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Kolombia Bereaksi

Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengecam keras ancaman tersebut. Dalam pernyataan resmi, FCF menegaskan tidak ada atlet yang pantas menerima intimidasi karena membela negara.

FCF mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini dan memproses pelaku sesuai hukum.

>>> Nonton Drakor The Apartment Job Episode 1-2 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST bukan LK21: Park Hae Gang dengan Karisma Memukau

Ancaman ini mengingatkan pada tragedi Andrés Escobar yang tewas dibunuh usai Piala Dunia 1994.