Calon Senator Demokrat dari Maine, Graham Platner, secara resmi mengakhiri kampanyenya setelah serangkaian tuduhan pelecehan mengguncang pencalonannya. Pengumuman itu disampaikan Platner dalam sebuah video emosional pada Rabu malam.

Dalam video tersebut, Platner menangis saat menyatakan akan mengajukan dokumen pengunduran diri. Ia meminta warga Maine untuk terus berjuang karena "suatu hari kita akan menang."

>>> Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Sepakati Penyesuaian Harga Ayam dan Telur

Platner memiliki waktu hingga Senin pukul 17.00 untuk menyerahkan surat pengunduran diri.

Sementara itu, pimpinan partai harus memutuskan calon pengganti sebelum 27 Juli untuk menghadapi Senator petahana dari Partai Republik, Susan Collins.

Meskipun mundur, Platner bersikeras bahwa tuduhan terhadapnya tidak benar.

Ia mengatakan alasannya mundur bukan karena tuduhan itu sendiri, melainkan karena pimpinan Demokrat, donor utama, dan kalangan politik telah mencabut sumber daya yang dibutuhkan kampanyenya untuk bertahan.

>>> Patrick Dempsey Bantah Maju ke Senat AS Gantikan Graham Platner

Platner mengkritik keras kalangan elit partai.

Ia menekankan bahwa keputusan siapa yang akan menggantikannya harus diserahkan kepada warga Maine, bukan segelintir orang di Partai Demokrat Maine.

Ia mendesak proses seleksi yang terbuka dan transparan.

Istri Platner, Amy Gertner, disebutkan dalam video tersebut. Platner mengatakan mereka mengambil keputusan ini bersama.

>>> Justin Baldoni Akhirnya Buka Suara soal Pertarungan Hukum dengan Blake Lively

Sebelumnya, pada bulan Mei, Amy membela suaminya dari gosip skandal sexting dan tetap mendampinginya.