Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (9/7/2026) di zona merah.

Berdasarkan data hingga pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 5.842,777, turun 30,595 poin atau 0,52% dari penutupan sebelumnya.

>>> Bos OJK Bantah Isu Tiga Bank Asing Tarik Dana Besar dari Indonesia

IHSG dibuka di level 5.865,768 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.870,643. Namun, indeks kemudian terkoreksi hingga menyentuh level terendah 5.840,231.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 798,235 juta saham dengan nilai transaksi Rp411,199 miliar dan frekuensi 105.833 kali.

Sebanyak 172 saham menguat, 248 saham melemah, dan 206 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp10.253,310 triliun.

Sentimen Watchlist S&P Dow Jones

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M.

Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal reli penguatan IHSG tertahan di FR61,8% resistance sehingga membentuk pola downward bar.

Indikator RSI menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, namun Stochastics K_D masih positif.

>>> Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Semester I/2026, Toyota Masih Rajanya

Nafan menyebutkan keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam watchlist reklasifikasi pasar 2027 memberikan sentimen negatif bagi IHSG dalam jangka pendek.

Dalam jangka menengah, keputusan ini menjadi dorongan bagi OJK dan SRO untuk mempercepat reformasi pasar modal, seperti peningkatan transparansi, likuiditas, free float, dan kemudahan akses bagi investor institusi global.

"Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak berpotensi mengalami kehilangan status pasar berkembang (emerging market)," ungkap dia.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data Penjualan Ritel Indonesia periode Mei 2026 yang diproyeksikan membaik menjadi 2% dari sebelumnya -3,7%.

Perbaikan ini didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Waisak, dan Idul Adha.

>>> OJK Dukung Perpanjangan Tenor SAL, Himbara Bisa Ekspansi Kredit

"Hal ini menjadi indikator penting bagi pergerakan sektor Consumer Cyclicals dan Noncyclicals di tengah posisi IHSG yang sedang terkonsolidasi," ungkap dia.