Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026.

Indeks anjlok 1,89 persen ke level 5.873, mengakhiri reli kenaikan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut.

>>> Graham Platner Mundur dari Pencalonan Senat AS Akibat Skandal

Tekanan jual yang kuat terjadi akibat kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Tiga faktor utama menjadi pemicu koreksi tersebut.

Tiga Sentimen Penekan IHSG

Pertama, masuknya Indonesia dalam S&P Dow Jones Watchlist yang berpotensi mempengaruhi peringkat utang. Kedua, keputusan MSCI yang membekukan (freeze) sejumlah saham Indonesia dalam indeksnya.

Ketiga, eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan ketidakpastian global. Ketiga sentimen ini mendorong aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Data mencatat net sell asing mencapai Rp689,80 miliar pada sesi Rabu. Angka ini memperpanjang tren divestasi asing yang sejak awal tahun sudah mencapai Rp88 triliun.

>>> Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Sepakati Penyesuaian Harga Ayam dan Telur

Pelemahan juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang ditutup melemah tipis ke level Rp17.984 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil.

Prediksi IHSG 9 Juli 2026

Untuk perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi. Pasar masih mencermati dampak dari tiga sentimen utama yang belum mereda.

Pelaku pasar disarankan waspada terhadap potensi volatilitas tinggi. Level support terdekat berada di kisaran 5.800, sementara resistance di 5.950.

>>> Patrick Dempsey Bantah Maju ke Senat AS Gantikan Graham Platner

Keputusan investor asing untuk kembali masuk atau keluar akan menjadi kunci pergerakan indeks. Sentimen global, terutama perkembangan geopolitik AS-Iran, juga perlu dicermati.