Gunung Kawi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menjadi destinasi favorit bagi pendaki dan wisatawan.

Dengan ketinggian 2.551 meter di atas permukaan laut, gunung berapi tua yang sudah tidak aktif ini menawarkan perpaduan antara keindahan alam, nuansa mistis, dan nilai sejarah.

>>> IHSG Dibuka Merah ke Level 5.842, Terbebani Sentimen Watchlist S&P Dow Jones

Banyak orang datang ke Gunung Kawi untuk menikmati petualangan alam sekaligus wisata spiritual. Kawasan ini dikenal sebagai pusat kegiatan religius dan tempat ziarah yang ramai dikunjungi.

Keindahan Alam dan Pemandangan

Panorama Gunung Kawi sangat memukau.

Dari puncak Batu Tulis atau Kawinajang, pendaki dapat melihat Gunung Mahameru, Gunung Butak, bendungan Sutami, dan perkebunan teh di Blitar.

Sabana Kawi menjadi spot favorit untuk berkemah sambil menikmati sunrise atau sunset yang dramatis.

Hutan pinus yang lebat, edelweis liar, dan udara sejuk menjadikan gunung ini surga bagi fotografer dan pecinta trekking.

Gunung Kawi merupakan bagian dari Pegunungan Putri Tidur. Jalur pendakiannya bervariasi, mulai dari via Precet, Keraton, Panderman, Kucur, hingga Sirah Kencong.

Tanjakan curam yang dijuluki "Tanjakan Istighfar" menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki.

Daya Tarik Spiritual dan Mistis

Nuansa religius dan mistis sangat kental di Gunung Kawi. Pesarean Gunung Kawi menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi untuk berdoa atau melakukan selamatan.

>>> Bos OJK Bantah Isu Tiga Bank Asing Tarik Dana Besar dari Indonesia

Gunung ini dipercaya sebagai tempat pertapaan atau muksa tokoh sejarah seperti Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Kuno dan Prabu Kamuswara dari Kediri.

Area Keraton Gunung Kawi di lerengnya menambah aura sakral.