Dalam budaya Jawa, kepercayaan terhadap Primbon sudah menjadi tradisi turun-temurun. Banyak aspek kehidupan dikaitkan dengan weton atau tanggal lahir menurut penanggalan Jawa.

Salah satu kepercayaan yang berkembang adalah larangan bagi pemilik weton Wage untuk berkunjung ke Gunung Kawi. Lantas, apa alasan di balik pantangan tersebut?

>>> De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal

Energi Kuat Weton Wage

Menurut Primbon Jawa, weton Wage diyakini membawa energi yang kuat. Seseorang dengan weton ini memiliki aura mistis sekaligus potensi keberuntungan yang besar.

Namun, karakter energi weton Wage dinilai kurang selaras dengan aura spiritual yang dipercaya ada di kawasan Gunung Kawi.

Gunung tersebut dikenal sebagai tempat ziarah untuk laku tirakat, meditasi, dan doa-doa tertentu.

Gunung Kawi dipercaya memiliki aura spiritual yang lebih besar dibanding tempat biasa. Hal ini terutama terasa pada malam Jumat Legi dan Senin Pahing.

>>> Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny

Selain itu, weton Wage dipercaya memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap tempat-tempat sakral.

Kombinasi energi kuat dan kepekaan inilah yang membuat pemilik weton Wage tidak disarankan berkunjung ke Gunung Kawi.

Perlu ditekankan bahwa larangan ini didasarkan pada kepercayaan Primbon Jawa, bukan aturan resmi atau fakta ilmiah.

>>> Pengamat Apresiasi Respons Cepat DPR dan Menaker Tanggapi Isu PHK TikTok

Dalam tradisi Jawa, pertimbangan tidak hanya weton, tetapi juga neptu, kecocokan waktu, dan perhitungan pribadi dalam Kejawen.