WhatsApp diminta menunda peluncuran fitur username yang baru diperkenalkan. Fitur ini dikhawatirkan justru meningkatkan risiko kejahatan siber.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India. Mereka menilai fitur username berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan online, phishing, hingga penyamaran identitas.

>>> Xiaomi HyperOS 4 Dikabarkan Rilis Bulan Depan dengan Peningkatan Performa

Kekhawatiran utama adalah username bisa dibuat mirip dengan tokoh publik, instansi pemerintah, atau orang lain. Hal ini memudahkan pelaku kejahatan melakukan impersonation.

"Ada kemungkinan pelaku siber mengklaim username orang lain dan berpura-pura menjadi orang tersebut," ujar seorang pejabat India, dikutip dari South China Morning Post.

Pejabat itu menambahkan, bagi yang kurang paham teknologi, hal ini bisa menjadi tantangan besar. Mereka mungkin tidak bisa membedakan pengguna palsu dan asli.

Dalam surat resmi, India meminta WhatsApp menunda peluncuran hingga risiko keamanan teratasi. Mereka juga meminta WhatsApp menjelaskan keamanan fitur tersebut.

>>> Tips Mudah Login ke Akun Facebook Lama yang Terkunci

Meta, induk WhatsApp, mengatakan fitur username belum diluncurkan sepenuhnya. Fitur ini akan tersedia secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Perusahaan menegaskan telah menyiapkan lapisan keamanan. Pengguna tetap harus memasukkan nomor ponsel untuk menggunakan WhatsApp.

"Pengguna masih memerlukan nomor telepon, dan kami telah menerapkan perlindungan terhadap penipuan pada nama pengguna," kata juru bicara Meta.

WhatsApp juga mengunci username tokoh publik, akun pemerintah, selebritas, dan akun Meta terverifikasi. Hanya pemilik sah yang bisa mengklaimnya.

>>> Harga Oppo Reno16 Series Melonjak, Ini Penjelasan Pabrikan

Platform akan membatasi jumlah pengguna baru yang bisa dihubungi sebuah akun. Mereka juga memblokir upaya menebak username berulang dan mendeteksi aktivitas mencurigakan.