Indonesia masuk dalam daftar negara dengan tingkat pandangan paling tidak menguntungkan terhadap Israel di dunia. Sebanyak 86% responden dewasa di Indonesia mengaku memiliki pandangan negatif terhadap negara tersebut.

Data tersebut berasal dari survei global terbaru yang dirilis Pew Research Center dan dikutip oleh Seasia Stats, Selasa (7/7/2026).

>>> Broadcom Perpanjang Kerja Sama Chip Kustom dengan Apple hingga 2031

Survei itu mengukur persepsi publik terhadap Israel di 36 negara.

Peringkat Negara dengan Pandangan Paling Negatif terhadap Israel

Pakistan menempati posisi pertama sebagai negara dengan pandangan paling negatif terhadap Israel. Sebanyak 95% responden di negara itu menyatakan memiliki pandangan yang tidak menguntungkan.

Posisi berikutnya ditempati Turki dengan 91%, disusul Malaysia sebesar 89%. Indonesia berada di peringkat keempat dengan 86%.

Berikut daftar 10 negara dengan pandangan paling tidak menguntungkan terhadap Israel berdasarkan survei Pew Research Center:

– Pakistan: 95%

– Turki: 91%

– Malaysia: 89%

– Indonesia: 86%

– Jepang: 83%

– Bangladesh: 79%

>>> 3 Sunscreen Azarine Terlaris di Shopee, Ringan dan Anti Whitecast

– Australia: 79%

– Singapura: 72%

– Korea Selatan: 70%

– Filipina: 64%

Secara keseluruhan, Pew Research Center mencatat median 67% responden di 36 negara yang disurvei memiliki pandangan negatif terhadap Israel.

Persepsi negatif paling banyak ditemukan di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Pakistan, Turki, Malaysia, Indonesia, dan Bangladesh.

Survei juga menunjukkan pandangan negatif terhadap Israel meningkat di sejumlah negara dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Indonesia, persentase responden yang memiliki pandangan negatif naik dari 80% pada 2025 menjadi 86% pada 2026.

Pew Research Center melakukan survei ini terhadap responden di 36 negara pada periode 8 Februari hingga 13 Mei 2026.

>>> 5 Sunscreen Water Based yang Tidak Lengket, Ringan, dan Cepat Meresap

Survei juga mengukur tingkat kepercayaan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.