Pendiri Amazon, Jeff Bezos, memperluas portofolio teknologinya pada Juni 2026 dengan mendanai lima perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) fisik melalui kantor keluarganya, Bezos Expeditions.

Investasi ini bertujuan mempercepat proses manufaktur fisik.

>>> Sparks Hadapi Storm di Crypto Arena Usai Istirahat Panjang

Menurut data dari Fintrx, gelontoran dana tersebut mencakup 10% dari seluruh kesepakatan kantor keluarga pada bulan itu.

Bezos Expeditions menjadi investor kantor keluarga paling aktif pada 2026 dengan delapan investasi langsung sepanjang tahun.

Sebagian besar modal dialokasikan ke Prometheus, sebuah startup AI fisik yang didirikan bersama oleh Bezos dan profesor Stanford Vik Bajaj.

Prometheus mengamankan pendanaan Seri B senilai $12 miliar pada 11 Juni 2026, meningkatkan valuasinya menjadi $41 miliar.

Perusahaan ini memiliki kantor di San Francisco, London, dan Zurich dengan sekitar 150 karyawan.

Mereka bertujuan membangun alat yang memampatkan proyek teknik tradisional selama sepuluh tahun menjadi satu tahun.

Visi Bezos untuk Ekonomi Fisik

Dalam wawancara dengan CNBC pada 11 Juni 2026, Bezos menjelaskan motivasinya menciptakan alat yang menyasar ekonomi fisik senilai $70 triliun.

"Apa yang mendorong kekayaan bangsa? Jawabannya adalah penemuan," ujar Bezos yang juga menjabat Co-CEO Prometheus.

Ia mencontohkan penemuan bajak 6.000 tahun lalu dan mesin uap yang membuat semua orang lebih kaya.

"Tujuan kami di Prometheus adalah membangun seperangkat alat yang mempercepat siklus penemuan itu," tambahnya.

Bezos mengungkapkan bahwa startup tersebut telah mengumpulkan lebih dari $18 miliar hingga saat ini karena membutuhkan daya komputasi besar untuk membangun kumpulan data masif.

Prometheus sedang menciptakan alternatif modern untuk desain berbantuan komputer (CAD) tradisional.