Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Homo floresiensis atau Manusia Hobbit dari Flores, Indonesia, ternyata adalah pemakan bangkai. Mereka menyantap sisa-sisa makanan dari komodo.

Temuan ini menunjukkan bahwa manusia purba berukuran kerdil itu bukan pemburu handal yang mampu melumpuhkan hewan besar seperti yang diduga sebelumnya.

>>> Hamas Bubarkan Pemerintahan di Gaza Setelah 18 Tahun Berkuasa

Studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances ini menambah bukti bahwa Homo floresiensis tidak semaju yang diperkirakan para ilmuwan.

Fosil dan Temuan Awal

Fosil Homo floresiensis pertama kali ditemukan oleh arkeolog di Gua Liang Bua, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2003.

Makhluk ini memiliki tengkorak seukuran jeruk bali dengan tinggi sekitar 1 meter.

Di sekitar fosil, peneliti juga menemukan alat-alat batu dan tulang Stegodon florensis, kerabat gajah purba seukuran kerbau. Temuan ini sempat memicu spekulasi bahwa 'hobbit' berburu hewan besar.

Tulang hewan kecil yang hangus juga memunculkan dugaan mereka sudah menggunakan api. Perilaku seperti itu biasanya dikaitkan dengan manusia berotak besar seperti Neanderthal atau Homo sapiens.

Analisis Baru Membantah Anggapan Lama

Tim peneliti yang dipimpin Elizabeth Grace Veatch menelisik lebih dalam bagaimana Homo floresiensis bertahan hidup di pulau terisolasi pada periode 190.000 hingga 50.000 tahun lalu.

Mereka menganalisis tulang-tulang Stegodon untuk membedah apa yang terjadi setelah hewan itu mati. Veatch ingin mengonfirmasi apakah Homo floresiensis benar-benar pemburu tangguh.

>>> Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Tengah Restrukturisasi Xbox

Peneliti mengamati pola gigitan komodo di Kebun Binatang Atlanta, Georgia, AS, dengan membandingkan bekas gigitan pada tulang kambing.

Mereka menggunakan pemindaian 3D untuk membandingkan dengan bekas sayatan alat batu pada tulang Stegodon.