Hasilnya, sebagian besar tanda pada tulang purba itu mirip dengan sampel gigitan komodo.

Bekas gigitan komodo banyak ditemukan di bagian tubuh Stegodon yang paling berdaging, sementara bekas sayatan alat batu hobbit justru di bagian sisa.

Kesimpulannya, komodo melumpuhkan Stegodon dengan gigitan berbisanya, lalu Homo floresiensis datang menyayat sisa daging. Para hobbit tidak keracunan karena bisa komodo hancur oleh enzim pencernaan.

Untuk mencari bukti penggunaan api, tim menganalisis 4.500 tulang tikus di gua. Tidak ada satu pun yang terbakar, dan tulang Stegodon juga bersih dari bekas panggangan.

Peneliti menduga tulang hangus yang ditemukan di lapisan lebih muda merupakan jejak Homo sapiens yang menempati gua sekitar 46.000 tahun lalu, setelah Stegodon dan Homo floresiensis punah.

>>> Bambang Pacul Santai Tanggapi Rencana PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah

Kemungkinan besar Homo floresiensis bertahan hidup dengan memakan daging mentah hasil buruan hewan lain, tanaman, dan serangga. Mereka mampu hidup berdampingan dengan komodo selama ribuan tahun.