Para peneliti di Institute of Cancer Research London dan Royal Marsden NHS Foundation Trust melaporkan sinyal aktivitas yang menggembirakan dari obat tisotumab vedotin pada 2019 dalam jurnal The Lancet Oncology.

Obat ini merupakan antibody drug conjugate (ADC) yang dirancang untuk mengirimkan muatan sitotoksik langsung ke sel ganas sambil menjaga jaringan sehat.

>>> Rahasia Sukses Messi di Usia 39: Bukan Fisik, Tapi Cara Membaca Permainan

Uji coba fase I/II innovaTV 201 melibatkan 174 pasien dengan tumor padat lanjut yang telah menjalani banyak pengobatan sebelumnya.

Tingkat respons objektif bervariasi tergantung jenis tumor: kanker kandung kemih 27%, kanker serviks 26,5%, kanker ovarium 14%, kanker esofagus dan paru non-sel kecil 13%, serta kanker endometrium 7%.

Tidak ada respons objektif yang diamati pada kelompok kanker prostat.

Mekanisme Kerja 'Kuda Troya'

Tisotumab vedotin bekerja dengan menargetkan tissue factor, protein permukaan sel yang diekspresikan berlebihan pada banyak tumor padat.

Prosesnya terdiri dari tiga tahap: pengikatan antibodi ke tissue factor, internalisasi kompleks ke dalam sel kanker, dan pelepasan toksin monomethyl auristatin E (MMAE) di dalam sel.

MMAE mengganggu struktur mikrotubulus internal, menghentikan pembelahan sel, dan memicu kematian sel.

Strategi ini membuat obat dijuluki 'kuda Troya' karena antibodi menyelundupkan senyawa perusak melewati membran sel.

Persetujuan Regulasi dan Data Uji Klinis

Dipasarkan dengan nama Tivdak, obat ini mendapat persetujuan penuh dari FDA AS pada 29 April 2024 untuk kanker serviks yang berkembang selama atau setelah kemoterapi standar.

>>> iQOO Z11 Lite Diumumkan Segera di India, Bawa Baterai Lebih Besar

Jepang menyetujui pada 27 Maret 2025, Uni Eropa pada 31 Maret 2025, dan Inggris pada 2 Desember 2025.