Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Penyakit yang dipicu infeksi HPV ini kerap tidak menunjukkan gejala jelas pada tahap awal.

Banyak orang hanya mengenali keputihan tidak normal sebagai tanda utama. Padahal, ada sejumlah indikasi lain yang perlu diwaspadai jika muncul terus-menerus.

>>> OPPO Resmi Luncurkan Find X9 Ultra dan Find X9s dengan Kamera Hasselblad di Indonesia

Sembilan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pertama, perdarahan vagina tidak normal. Bercak darah di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau pada wanita menopause patut dicurigai.

Volume darah bisa lebih sedikit atau lebih banyak dari menstruasi biasa. Pemeriksaan medis segera diperlukan jika terjadi berulang.

Kedua, nyeri saat berhubungan intim. Rasa sakit atau tidak nyaman saat seksual bisa menjadi tanda kanker serviks, terutama pada stadium lanjut.

Keluhan ini sering disertai nyeri panggul.

Ketiga, frekuensi buang air kecil meningkat.

Penderita bisa merasakan dorongan kencing lebih sering, sulit menahan, atau sakit saat berkemih akibat sel kanker menekan kandung kemih.

Keempat, mudah lelah. Rasa letih berlebihan yang tidak membaik setelah istirahat perlu diwaspadai.

Kelelahan ini sering dipicu perdarahan abnormal yang menyebabkan anemia.

Kelima, pembengkakan pada satu kaki.

Pada stadium lanjut, kanker dapat menyumbat pembuluh darah di panggul, menyebabkan aliran darah terganggu dan cairan menumpuk di tungkai.

>>> Restu Pratiwi Jadi Desainer RI Pertama di Caspian Fashion Week Rusia

Keenam, penurunan nafsu makan drastis. Penyebaran sel kanker mengacaukan metabolisme, sehingga penderita kehilangan selera makan dan berat badan turun tanpa sebab jelas.

Ketujuh, sembelit kronis.

Sel kanker yang menyebar ke usus besar dapat memicu konstipasi, menandakan penyakit sudah lanjut dan merusak organ sekitar.