Lebih dari 350 orang berhasil dievakuasi di tenggara Missouri pada Jumat, 10 Juli 2026, setelah hujan deras bersejarah memicu banjir bandang dahsyat.

Seorang wanita ditemukan tewas dalam bencana tersebut.

>>> Polisi Tangkap Pria 28 Tahun di South Yorkshire Terkait Pembunuhan Ann Widdecombe

Curah hujan mencapai 6 hingga 12,5 inci dalam 24 jam, merusak infrastruktur dan menjebak ratusan pengunjung perkemahan.

Gubernur Missouri Mike Kehoe langsung mengumumkan keadaan darurat untuk mengerahkan sumber daya negara bagian.

Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut hingga Sabtu, sementara pihak berwenang memperingatkan kemungkinan hujan tambahan.

"Dalam 24 jam terakhir, badai hebat menciptakan banjir bandang berbahaya di beberapa wilayah Missouri," ujar Kehoe.

Gubernur mengimbau warga dan pengunjung untuk tetap waspada di dekat perairan yang naik. "Dengan hujan lebat tambahan yang diperkirakan hingga akhir pekan, ancaman belum berakhir.

Jika Anda berkemah atau berada di dekat sungai, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi," kata Kehoe.

Kantor gubernur menekankan bahaya berkendara saat hujan deras. "Lebih dari setengah kematian akibat banjir di Missouri adalah korban di dalam kendaraan.

Cuaca buruk di malam hari sangat berbahaya karena jarak pandang sangat terbatas," demikian pernyataan resmi.

Di Crawford County, tim penyelamat menemukan jenazah Faith Gregory yang tersapu banjir setelah rumahnya hanyut. "Ini bukan hasil yang kami harapkan.

>>> Argentina Hadapi Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Doa kami bersama keluarga Faith dan semua yang terdampak," ujar Kantor Sheriff Crawford County.

Helikopter Garda Nasional mengevakuasi 202 anak dan staf dari Camp Taum Sauk di Reynolds County setelah air naik memutus akses jalan.