Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz yang strategis pada hari Minggu setelah menyerang sebuah kapal dagang yang menggunakan rute tidak sah.

Penutupan jalur pelayaran vital itu memicu respons militer balasan dari Amerika Serikat.

>>> Tilly Norwood, Aktris AI Pertama yang Jadi Pemeran Utama, Tuai Kritik

Komandan IRGC menyatakan bahwa sebuah kapal yang membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya telah ditembak dan dihentikan.

Mereka juga memperingatkan negara asing yang berencana campur tangan atau bereaksi terhadap tindakan defensif Iran.

Pejabat Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran penting itu akan tetap diblokir untuk lalu lintas internasional untuk waktu yang tidak ditentukan.

Angkatan laut IRGC secara eksplisit mengaitkan pembukaan kembali jalur air tersebut dengan penghentian total kehadiran militer asing.

Komando militer lebih lanjut mengancam akan menargetkan pangkalan regional jika kekuatan Barat memulai tindakan bermusuhan terhadap Iran.

Setelah insiden tersebut, pasukan Amerika melaksanakan operasi militer untuk melemahkan kemampuan angkatan laut Iran mengganggu pelayaran.

>>> Modus Bupati Sukoharjo Peras Pegawai: Potong Insentif 40 Persen, Raup Rp2,93 Miliar

Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kontainer berbendera Siprus mengalami kerusakan parah pada ruang mesin akibat serangan Iran.

Sebelum eskalasi, upaya diplomatik sedang berlangsung di Oman untuk membahas keselamatan dan keamanan maritim.

Situasi semakin diperparah oleh ketegangan politik, dengan kepemimpinan baru Iran berjanji membalas dendam atas pembunuhan mantan pemimpin tertinggi baru-baru ini.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa balas dendam adalah kehendak bangsa dan harus dilaksanakan.

Ia menekankan bahwa rencana balasan negara tidak bergantung pada keberadaan individu tertentu.

Menanggapi ancaman dari Teheran, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras mengenai tindakan potensial terhadap kepemimpinan.

>>> Cara Temukan Game Puzzle Tersembunyi dengan Hadiah Eksklusif di Friv

Trump merinci kesiapan aset militer besar yang dikerahkan untuk melawan ancaman terhadap AS, termasuk ribuan rudal yang siap diluncurkan.