Paus Leo XIV menyelenggarakan acara 'Makan Siang Bersama Paus' untuk sekitar 200 orang rentan dan anak-anak dari Keuskupan Roma di Borgo Laudato si', dalam kawasan Taman Kepausan Castel Gandolfo, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Acara ini menjadi tradisi tahunan yang bertujuan menghubungkan Gereja Katolik dengan komunitas marginal, termasuk pengungsi dan migran, serta menyoroti kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

>>> Massa Udara Dingin Turunkan Suhu Buenos Aires hingga 13 Derajat

Rangkaian acara dimulai dengan misa yang dipimpin Kardinal Fabio Baggio dan konselebran Uskup Agung Luis Marín de San Martín, dilanjutkan tur taman dan makan siang bersama yang disediakan oleh pengusaha lokal.

Dalam sambutannya, Paus Leo XIV menekankan keinginannya untuk komunitas religius yang inklusif dan menolak diskriminasi serta kemiskinan.

"Saya datang tanpa pidato siap, tetapi saya datang dengan rasa lapar—lapar akan keadilan, lapar akan amal sejati, lapar akan Gereja yang benar-benar tahu cara membuka pintunya, menyambut dan menerima semua orang; di mana ada cinta untuk semua dan tidak ada musuh, di mana kita semua tahu cara hidup dalam rekonsiliasi, pengampunan, dan perdamaian," kata Paus Leo XIV.

Paus kemudian merujuk pada gelar kepausannya yang bersejarah untuk menjelaskan visinya tentang reformasi institusional dan transformasi sosial.

"Seperti yang Anda ketahui, salah satu gelar Paus adalah Pontifex—pembangun jembatan.

Dan hari ini kami juga ingin membangun jembatan dengan Anda semua, dengan keluarga Anda, dan dengan masyarakat tempat kami ingin hidup—masyarakat yang ditandai keadilan, di mana penyebab kemiskinan dapat dihilangkan dan penyebab ketidakadilan yang masih ada di dunia kita dapat diatasi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan komunal ini mewakili tujuan spiritual dan global yang lebih luas. "Inilah Gereja yang kami inginkan," kata Paus Leo XIV.