Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan pada Sabtu bahwa pejabat yang mengizinkan gudang senjata beroperasi di area pemukiman dekat Kyiv akan dimintai pertanggungjawaban.

Serangan rudal Rusia memicu ledakan sekunder di Vyshneve, menewaskan 10 orang dan menyebabkan kerusakan luas.

>>> 6 Drama China Terbaru WeTV: Zhang Linghe hingga Meng Ziyi

"Ini merupakan pelanggaran langsung terhadap hukum dan keputusan staf panglima tertinggi," kata Zelenskyy.

Ia menegaskan bahwa pejabat yang bertanggung jawab telah diidentifikasi dan negara menuntut mereka dihukum.

Zelenskyy juga meminta semua direktur perusahaan untuk mengambil langkah pencegahan ketat di seluruh negeri.

"Setiap manajer perusahaan harus memastikan tragedi seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Pengumuman ini muncul di tengah serangan udara besar-besaran pada Sabtu, di mana rudal dan drone Rusia menewaskan delapan orang lainnya di Ukraina, termasuk seorang anak.

Zelenskyy mencatat bahwa serangan terjadi secara tak terduga di ibu kota.

"Infrastruktur sipil terkena bahkan sebelum peringatan serangan udara dikeluarkan," katanya.

Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian besar target, tetapi tidak untuk rudal balistik.

Dalam pidato video malamnya, presiden juga merencanakan reformasi hubungan internasional untuk mempercepat kedatangan senjata Barat yang dijanjikan.

>>> 5 Langkah Strategis HR Hadapi Era AI ala CEO PEEPL dan Jobstreet by SEEK

"Saya sedang mempersiapkan perubahan dalam upaya diplomatik Ukraina. Kami membutuhkan tingkat kerja sama baru dengan mitra kami untuk memastikan perjanjian pasokan senjata dipenuhi," kata Zelenskyy.

Ia secara khusus menyoroti perlunya percepatan lisensi produksi pertahanan udara dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, Kremlin membela tindakannya dengan menyebut target serangan adalah "fasilitas industri militer di Kyiv dan infrastruktur pelabuhan di Odesa."