Ukraina dilaporkan membombardir dua depot penyimpanan minyak bumi terbesar Rusia yang berlokasi di Kota Tver dan Stavropol pada Kamis (9/7) siang waktu setempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv berhasil melancarkan serangan hingga kedua depot tersebut rusak parah, dikutip dari Reuters.

>>> Meta Luncurkan Muse Image, Fitur AI dari Feed dan Reels Instagram

"Para pejuang kami sedang melaksanakan rencana hukuman jangka panjang sebagai tanggapan atas Rusia yang memperpanjang perang dan melanjutkan serangannya," kata Zelensky di platform X.

Serangan itu merupakan bagian dari operasi Ukraina yang menargetkan infrastruktur minyak Rusia jauh di dalam wilayahnya.

Serangan Lain di Berbagai Wilayah

Zelensky juga melaporkan serangan dalam beberapa hari terakhir terhadap stasiun pemompaan minyak Rusia di kota Ufa dan terminal pemuatan minyak di wilayah Rostov.

>>> Manuel Akanji Yakin Swiss Bisa Bikin Argentina Kesulitan di Perempat Final Piala Dunia 2026

Pada Senin (6/7), Rusia menyerang kilang Omsk, kilang terbesar Rusia yang terletak jauh di dalam Siberia, sekitar 2.700 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.

Dalam pernyataan terpisah, staf umum dan pasukan khusus Ukraina mengatakan drone telah menyerang kilang minyak TANECO dan TAIF-NK di Nizhenkamsk, Tatarstan, serta kilang minyak Saratov dan pangkalan udara militer Borisoglebsk di wilayah Voronezh.

Pejabat Rusia telah mengonfirmasi serangan di wilayah tersebut, namun tidak merinci target yang diserang. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 415 drone dalam semalam.

>>> STY Punya Misi Lebih Besar dari Sekadar Bawa Persija Juara Piala Presiden 2026

Ukraina juga mengatakan telah menyerang stasiun pemompaan produk minyak bumi di Bashkortostan Rusia, yang berjarak 1.450 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.