Banyak yang mengira lelang frekuensi 700 MHz hanya akan membuat internet 5G semakin kencang. Padahal, manfaat terbesarnya justru bukan soal kecepatan.

Menurut analisis Opensignal pada 1 Juli 2026, tambahan spektrum 700 MHz akan membuat sinyal 5G jauh lebih mudah dijangkau masyarakat.

>>> Solo Leveling Incar Rain dan Lee Sung Min untuk Peran Penting

Terutama di daerah yang selama ini belum menikmati jaringan generasi kelima secara optimal.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau membutuhkan frekuensi rendah seperti 700 MHz.

Karakteristiknya dinilai lebih cocok untuk memperluas cakupan jaringan dibanding hanya mengandalkan frekuensi yang lebih tinggi.

Kenapa 700 MHz Penting?

Setiap pita frekuensi memiliki karakteristik berbeda. Frekuensi rendah seperti 700 MHz mampu menjangkau area yang lebih luas dengan jumlah BTS yang lebih sedikit.

Sinyalnya juga lebih mudah menembus bangunan. Kualitas koneksi di dalam rumah, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan menjadi lebih baik.

Inilah alasan banyak negara menggunakan pita frekuensi rendah sebagai fondasi perluasan jaringan seluler.

Menurut Opensignal, Indonesia selama ini belum memiliki spektrum low-band yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas layanan 5G.

Kehadiran pita 700 MHz melalui lelang yang sedang berlangsung dinilai sebagai langkah paling penting dalam pengembangan 5G nasional.

Bukan Sekadar Internet Cepat

Selama ini pembahasan 5G sering identik dengan kecepatan unduh tinggi. Padahal, bagi pengguna sehari-hari, manfaat pertama yang terasa adalah semakin seringnya ponsel terhubung ke jaringan 5G.

Opensignal menjelaskan bahwa pita 700 MHz berpotensi meningkatkan 5G Availability. Yakni persentase waktu ketika pengguna benar-benar tersambung ke jaringan 5G.

Semakin tinggi availability, semakin kecil kemungkinan ponsel berpindah kembali ke 4G saat pengguna berpindah lokasi. Pengalaman menggunakan 5G menjadi lebih konsisten.