Pemerintah Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon untuk Tata Kelola Pasar Karbon
Pemerintah resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada Kamis (9/7/2026). Sistem ini menjadi fondasi utama tata kelola pasar karbon nasional.
Peluncuran SRUK bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor di perdagangan karbon Indonesia.
>>> Kejagung Buka Suara soal Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan SRUK merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Sistem ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan mengacu pada standar internasional.
"Ini lintas sektor, lintas kementerian, berbagai lembaga dan international standard yang tadi kita luncurkan," ujar Zulkifli dalam acara peluncuran di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Instrumen Perdagangan Karbon Sudah Lengkap
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan seluruh instrumen untuk memulai perdagangan karbon kini telah tersedia.
Instrumen tersebut meliputi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Kehutanan, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Jumhur, tantangan berikutnya adalah memastikan kredit karbon Indonesia memiliki integritas tinggi. Hal ini penting agar mendapat kepercayaan pasar internasional.
"Semua instrumen untuk memulai perdagangan karbon sudah dibuat.
Tinggal kita turun ke pasar dan memastikan karbon kita punya integritas yang tinggi, tidak tumpang tindih, dipelihara dengan baik di tingkat tapak," ujar Jumhur.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan OJK mendukung penuh pengembangan SRUK. Sistem ini akan menjadi penghubung antara pasar primer dan pasar sekunder di Bursa Karbon Indonesia.
Friderica menyebut SRUK akan menjadi urat nadi perdagangan karbon nasional. "Ini sebagai primary market nanti akan tersambung kepada secondary market-nya di Bursa Karbon Indonesia," jelasnya.
Dia berharap Indonesia dapat menjadi pemimpin pasar karbon dunia mengingat besarnya potensi yang dimiliki.
Update Terbaru
Microsoft Tinggikan Search Box Windows 11 Sebesar 4 Piksel, Apakah Terlihat?
Kamis / 09-07-2026, 22:09 WIB
Prabowo dan Thaksin Bahas Kerja Sama Investasi Bersama Danantara
Kamis / 09-07-2026, 22:08 WIB
Jessica Alba dan Danny Ramirez Mesra di Pantai Italia
Kamis / 09-07-2026, 22:08 WIB
Conor McGregor Terapkan Pantang Seks Sebelum Comeback UFC
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
David Hearn Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Kerusakan Reflecting Pool
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
11 Brand Fashion UMKM Kini Tersedia di METRO Department Store
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
Erdogan Beri Oleh-oleh Pistol ke Kepala Negara usai KTT NATO
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
Veda Ega Antusias Sambut Moto3 Jerman di Sachsenring
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
DTKJ Usul Tiket Langganan Transjakarta dari Sepekan hingga Sebulan
Kamis / 09-07-2026, 22:07 WIB
Charlie Sheen Bayar Rp8 Miliar untuk Tunggakan Tunjangan Anak
Kamis / 09-07-2026, 22:04 WIB
Kemnaker Pastikan Penyandang Disabilitas Ikut Program Magang Hub
Kamis / 09-07-2026, 22:04 WIB
Prancis vs Maroko: Waspada Gol Cepat Les Bleus
Kamis / 09-07-2026, 22:03 WIB
Erika Kirk Minta Hakim Tunjukkan Semua Bukti ke Publik
Kamis / 09-07-2026, 22:01 WIB
Batistuta Bingung Pilih Messi atau Maradona Usai Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 22:00 WIB







