Tanah bukan sekadar kotoran.

Ia adalah sistem hidup yang terdiri dari mineral, bahan organik, air, udara, jamur, bakteri, serangga, cacing, dan akar tanaman.

>>> 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original

Tanah yang sehat memungkinkan pertanian, menyimpan dan menyaring air, mendaur ulang nutrisi, mendukung ekosistem, serta menyimpan karbon.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan sekitar 95% makanan kita diproduksi di atas tanah.

Ketika tanah terdegradasi, kemampuannya untuk mendukung tanaman, padang rumput, hutan, dan sistem air menurun. Prancis menghadapi beberapa tekanan sekaligus yang mengurangi fungsi alami tanah.

Sumber Daya Terbatas yang Butuh Waktu Berabad-abad untuk Pulih

Tanah terbentuk sangat lambat.

Membangun beberapa inci tanah subur bisa memakan waktu berabad-abad atau lebih, tergantung iklim, geologi, vegetasi, dan penggunaan lahan.

Begitu tanah terkikis, tertutup beton, tercemar, atau kehilangan bahan organik, pemulihannya sulit dan mahal. Lembaga Eropa memperkirakan sekitar 60-70% tanah di Uni Eropa dalam kondisi tidak sehat.

Tekanan tersebut meliputi erosi, kontaminasi, pemadatan, hilangnya karbon organik, penurunan keanekaragaman hayati, salinisasi, dan penutupan tanah.

Prancis memiliki pemantauan tanah yang lebih baik daripada banyak negara, tetapi masih ada kesenjangan pengetahuan.

1. Erosi: Tanah Terkikis Air dan Angin

Erosi adalah bentuk degradasi tanah yang paling terlihat. Air, angin, atau pengolahan lahan memindahkan partikel tanah dari tempat asalnya.

Di daerah pertanian, hujan deras dapat melepaskan tanah dari ladang gundul atau padat dan membawanya ke selokan, sungai, atau lahan tetangga.

Erosi air sangat merusak ketika tanah dibiarkan terbuka, di lereng, atau saat curah hujan semakin intens.

Erosi angin lebih umum di daerah kering dan terbuka dengan vegetasi jarang. Partikel halus dapat terangkat dan terbawa jauh, membawa nutrisi dan bahan organik.